Kumparan Logo

Wamenkeu: Realisasi Belanja Makan Bergizi Gratis Capai Rp 3 T hingga 21 Mei 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Murid menikmati paket makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Sinduadi Timur, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (13/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Murid menikmati paket makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Sinduadi Timur, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (13/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Realisasi anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai Rp 3 triliun hingga 21 Mei 2025. Ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Suahasil mengungkapkan, angka tersebut naik dari realisasi anggaran pada bulan April 2025 yang mencapai Rp 2,3 triliun.

"Saya menggunakan angka 21 Mei, jadi realisasi anggaran yang telah cair adalah Rp 3 triliun," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5).

Adapun jumlah penerima manfaat MBG hingga 21 Mei 2025 mencapai 3.977.514 orang, terdiri dari anak sekolah berbagai level dari SD, SMP, SMA dan sederajat, serta ibu hamil.

Suahasil juga memaparkan terdapat 1,386 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Umum yang telah beroperasi.

Suahasil menyampaikan dari target awal penerima manfaat MBG di 2025 yaitu 17,9 juta penerima akan menjadi 82,9 juta penerima yang akan dilayani oleh 32.000 SPTG hingga Kuartal VI-2025 di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Suahasil menjelaskan bahwa terjadi percepatan penyerapan anggaran MBG, di mana hingga akhir Februari 2025 baru terealisasi Rp 0,3 triliun. Artinya, dalam dua bulan berikutnya yaitu Maret dan April, akan terjadi penambahan belanja sebesar Rp 2 triliun, atau sekitar Rp 1 triliun per bulan.

Adapun Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, dengan target 82,9 juta penerima MBG, butuh anggaran hingga Rp 116,6 triliun.

Ia menyampaikan, dengan anggaran yang per 6 Mei 2025 sebesar Rp 71 triliun, tambahan dana sebesar Rp 50 triliun dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan penerimaan manfaat hingga Desember.