Wamenkeu: Transmigrasi Harus Terkoneksi dengan Program Prioritas Prabowo
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya program transmigrasi terkoneksi dengan program prioritas Presiden Prabowo. Menurutnya, hal ini agar transmigrasi berdampak pada pembangunan pusat pertumbuhan baru.
Hal tersebut disampaikan Suahasil kepada 2.000 peserta Tim Ekspedisi Patriot dari 7 perguruan tinggi yakni ITB, IPB, ITS, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Diponegoro.
Dia mencontohkan salah satu program yang harus terkoneksi dan dipastikan berjalan di daerah tujuan transmigrasi adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Menurut ibu bapak, nanti kalau peserta transmigrasi, para transmigran kita bekerja di daerah-daerah kawasan transmigrasi, harusnya anaknya pergi ke sekolah dapat makan bergizi atau tidak? Harusnya dapat. Karena program makan bergizi gratis kita adalah untuk seluruh anak sekolah,” kata Suahasil dalam pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta Selatan pada Senin (25/8).
Selain MBG, Suahasil juga menyinggung pentingnya konektivitas transmigrasi dengan beberapa program lainnya seperti Sekolah Rakyat, bantuan pangan non-tunai sampai Koperasi Desa Merah Putih.
Dengan begitu, Suahasil menyebut transmigrasi bisa menjadi program yang bisa berdampak pada pembangunan kawasan sehingga tercipta pusat pertumbuhan baru. Selain itu, transmigrasi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
“Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama pembangunan dan tentu melalui penciptaan wirausaha, lapangan kerja, lapangan kerja wirausaha, kegiatan ekonomi, perdagangan, dan seterusnya,” ujarnya.
Terkait pelepasan Tim Ekspedisi Patriot, dalam paparannya Suahasil memaparkan program tersebut menelan anggaran sebesar Rp 268,26 miliar. Maka dari itu, Ia berpesan kepada para peserta agar dapat melakukan ekspedisi dengan baik.
“Anda memakai uang yang dikumpulkan dari yang bayar pajak. Ini adalah taxpayers money. Saya mau sampaikan bahwa it's not about money-nya, bukan tentang kita punya uang atau enggak. Uang adalah alat kita, kita kumpulkan. Kita pakai dengan baik dan ibu bapak adalah alat untuk menggunakan taxpayers money itu secara efektif,” kata Suahasil.
