Kumparan Logo

Wamenlu Mahendra Siregar hingga Eks Direktur KPK Berebut Kursi DK OJK

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 8 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Calon Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Perebutan kursi sebagai Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlanjut ke babak berikutnya. Setidaknya sudah ada 155 nama calon yang lolos seleksi tahap I atau terkait administratif.

Nama yang lolos sudah tidak asing lagi mulai dari Wamenlu Mahendra Siregar hingga eks Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono. Selain itu, ada juga pejabat negara hingga petinggi BUMN.

Berikut ini informasi selengkapnya mengenai perebutan kursi Dewan Komisioner OJK:

Sri Mulyani Umumkan 155 Nama Calon DK OJK, Ada Wamenlu & Eks Dirut Inalum

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sri Mulyani mengumumkan 155 nama calon Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027. Nama-nama tersebut telah lolos seleksi tahap I (seleksi administratif) dan akan mengikuti seleksi tahap II.

Ke-155 nama yang lolos berasal dari berbagai kalangan dan profesi, di antaranya ada Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar hingga eks Direktur Utama PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak. Bawahan Orias sewaktu di Inalum yaitu Ogi Prastomiyono juga ikut lolos.

Nama lain seperti Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT BNI (Persero) Tbk Bob Tyasika Ananta hingga eks Wadirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sulaiman Arif Arianto juga ada.

Calon DK OJK ada yang berasal dari Kepolisian RI juga seperti Iguh Sipurba dan Giri Suprapdiono yang merupakan Analis Kebijakan Ahli Madya Kepolisian RI. Lalu ada Irjen Polisi (Purn.) Rokhmad Sunanto yang merupakan pensiunan Kepolisian RI.

"Seluruh Calon Anggota DK OJK yang lulus Seleksi Tahap I (Seleksi Administratif) akan mengikuti Seleksi Tahap II (Penilaian Masukan dari Masyarakat, Rekam Jejak, dan Makalah)," tulis Sri Mulyani dalam pengumumannya, Senin (31/1).

Pejabat Negara hingga Petinggi BUMN di Daftar Calon Komisioner OJK

Pejabat negara hingga petinggi BUMN baik yang masih aktif maupun telah berhenti, terpantau masuk daftar calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka jadi bagian dari 155 nama yang lolos seleksi administratif atau tahap I.

Panitia Seleksi Calon Dewan Komisioner OJK itu sendiri, diketuai oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hasil seleksi awal tersebut, dirilis Senin (31/1).

Menteri Keuangan selaku Ketua Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sri Mulyani Indrawati (kiri) didampingi anggota Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

"Keputusan Panitia Seleksi bersifat final, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat," tulis Sri Mulyani dalam salinan pengumuman yang diperoleh kumparan.

Dari 155 nama tersebut, ada pejabat negara aktif seperti Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar; Deputi Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir; Hingga Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal Halim.

Sedangkan di jajaran petinggi BUMN, baik yang sudah mengakhiri masa tugas maupun yang masih aktif, terdapat nama-nama eks Dirut PT Inalum (Persero), Orias Petrus Moedak; eks Wadirut Bank Mandiri, Sulaiman Arif Arianto; Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI, Bob Tyasika Ananta.

Selain itu ada Komisaris Utama/Komisaris Independen BPUI/Indonesia Finance Group (IFG), Fauzi Ichsan; dan Komisaris Utama/Komisaris Independen PT ASABRI (Persero), Fary Djemi Francis; Dan eks Direktur Inalum/eks Direktur Bank Mandiri, Ogi Prastomiyono.

Eks Direktur KPK, Giri Suprapdiono, Lolos Seleksi Administrasi Komisioner OJK

Sebanyak 155 orang lolos seleksi administrasi calon Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027. Salah satu nama yang terdapat dalam daftar tersebut ialah mantan Direktur KPK Giri Suprapdiono.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK (non aktif) Giri Suprapdiono saat menghadiri debat soal polemik Tes Wawancara Kebangsaan (TWK) pegawai KPK di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (4/6). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Dalam pengumuman seleksi Nomor PENG-02/PANSEL-DKOJK/2022 dikutip Senin (31/1), Giri tercatat dengan nomor pendaftaran 187. Ia tercatat menyandang jabatan Analis Kebijakan Ahli Madya, Kepolisian Republik Indonesia.

Giri termasuk 57 pegawai yang dipecat KPK karena TWK. Ia kemudian bergabung dengan Polri.

Giri bergabung dengan KPK sejak 2005. Dia pernah menjabat sejumlah jabatan strategis di KPK mulai dari Koordinator Kerja Sama Internasional pada Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi; Direktur Gratifikasi KPK; hingga Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat.

Terakhir ia menjabat Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi dan juga terlibat dalam penanganan puluhan kasus korupsi antar negara (Soskam Antikorupsi).

Selain Giri, terdapat nama lain eks pegawai KPK yang lolos seleksi Dewan Komisioner OJK. Ia adalah Iguh Sipurba yang merupakan mantan penyelidik KPK.

Bersama Giri, Iguh termasuk 57 pegawai yang dipecat Firli Bahuri dkk. Dalam seleksi, ia tercatat dengan nomor pendaftaran 68 dengan jabatan Analis Kebijakan Ahli Madya, Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam daftar calon yang lolos seleksi administrasi Dewan Komisioner OJK, terdapat pula pejabat KPK aktif. Ia adalah Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan. Pahala tercatat dengan nomor pendaftaran 277.

10 Profil Calon Dewan Komisioner OJK yang Lolos ke Tahap II

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan 155 nama calon Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027. Nama-nama tersebut telah lolos seleksi tahap I (seleksi administratif) dan akan mengikuti seleksi tahap II.

Berikut 10 Profil Calon DK OJK:

1. Mahendra Siregar

Nama Mahendra bukan sosok yang asing lagi. Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri saat ini, Mahendra telah mencatatkan kiprah panjang di kursi pemerintahan.

Ekonom lulusan Monash University Australia ini pernah menjabat sebagai Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerja sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional (2005-2009), Wakil Menteri Perdagangan (2009-2011), Wakil Menteri Keuangan (2011-2013), Kepala BKPM (2013-2014), Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2019) dan kini sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

2. Orias Petrus Moedak

Dirut MIND ID Orias Petrus Moedak. Foto: Afut Syafril/ANTARA

Orias merupakan eks Direktur Utama Inalum. Dalam karir profesional, Orias pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo III, Direktur Keuangan Pelindo II, Direktur Keuangan PT Bukit Asam Tbk, Direktur Keuangan PT Inalum (Persero).

Kemudian juga sempat menjabat Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Managing Director Daiwa Capital Markets Singapore Ltd., Presiden Direktur PT Reliance Securities Tbk. Dia juga sempat memegang posisi Direktur Danareksa Sekuritas, Direktur Bahan Artha Ventura, Direktur Bahana Securities, Senior Auditor Ernst & Young.

3. Mirza Adityaswara

Mirza saat ini menjabat sebagai Direktur Utama LPPI sejak 3 Februari 2020. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Managing Director, Head of Capital Market, Mandiri Sekuritas, sekaligus sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri Group. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan sejak April 2012 ditugaskan sebagai Kepala Eksekutif LPS sekaligus Dewan Komisioner.

Perpisahan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Pada September 2013, Mirza dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Kemudian pada Juli 2015, Mirza diberikan amanah sebagai anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Ex-Officio dari Bank Indonesia

4. Irjen Pol (Purn) Rokhmad Sunanto

Rokhmad merupakan purnawirawan Polri yang memiliki sederet pengalaman. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Reskrim Polda Bengkulu, kemudian Dirreskrimsus Polda Bengkulu pada 2011. Setelah itu ia diberi amanah sebagai Wadir Tipideksus Bareskrim Polri. Rokhmad juga pernah mengemban tugas sebagai Direktur TPPU Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI.

Rokhmad juga bukan sosok baru bagi OJK karena ia pernah menjabat sebagain Pati Bareskrim Polri (Penugasan Pada OJK). Terakhir ia merupakan Kasespim Lemdiklat Polri (2020).

5. Marwanto

Jabatan terakhir Marwanto adalah Widyaiswara Ahli Utama BPPK, Kementerian Keuangan. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Analisa APBN sejak tahun 1998-2001, dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri tahun 2001-2004. Pada tahun 2004 ditugaskan sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat di Setjen Departemen Keuangan, kemudian di tahun 2006 diangkat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara.

Pada kurun waktu 2007-2009, ia menjabat Ketua Pelaksana Harian Tim Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan. Pada tahun 2009-2011 dipercaya sebagai Executive Director pada Asian Development Bank (ADB). Sepulangnya dari tugas di ADB, Marwanto mendapat tugas sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Kemudian sejak November 2013 menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan.

6. Iskandar Simorangkir

Iskandar merupakan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak tahun 2017. Ia adalah Dosen Pembimbing S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (2018-sekarang).

Ia pernah menduduki posisi sebagai Kepala Perwakilan (Bank Indonesia) (2014-2017), Kepala Departemen (Bank Indonesia) (2013-2014), Kepala Biro/Grup Riset Ekonomi (Bank Indonesia) (2008-2012), dan Peneliti Madya Senior (Bank Indonesia) (2005-2008).

7. Tongam L. Tobing

Tongam merupakan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas dan bertanggung jawab mengkoordinasikan tugas-tugas Satuan Tugas Waspada Investasi dalam rangka pencegahan dan penanganan investasi ilegal. Sebelumnya, Tongam sempat berkarier di Bank Indonesia selama periode 1994 hingga 2012 sebelum akhirnya pindah ke OJK.

Selama menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Waspada Investasi, Tongam menangani beberapa kasus investasi ilegal antara lain kasus Pandawa Group dan kasus First Travel serta MeMiles bentukan PT Kam and Kam.

8. Inarno Djajadi

Dirut BEI Inarno Djajadi di acara pembukaan perdagangan saham awal tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Inarno Djajadi saat ini merupakan Direktur Utama BEI. Ia memulai karier di bidang pasar modal sejak tahun 1991. Sebelumnya Inarno pernah menjabat sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991), Direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas (1991-1997), Direktur PT Mitra Duta Sekuritas (1997-1999), Direktur PT Widari Sekuritas (1999-1999), dan Direktur Utama PT Madani Sekuritas (2000-2003).

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama dan kemudian Komisaris serta Komisaris Utama PT KPEI (2003-2016), Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities (2013-2014), Komisaris Utama PT CIMB Niaga Securities (2014-2017), serta Komisaris BEI (2017-2018).

9. Elvyn G. Masassya

Jabatan terakhir E yang terlampir dalam dokumen seleksi calon DK OJK adalah sebagai advisor di BPJS Ketenagakerjaan. Evelyn merupakan seorang musisi jazz yang punya sederet pengalaman di berbagai perusahaan.

Elvyn pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Indonesia Port Corporation) periode 2016-2020 dan juga mantan Direktur Ytama BPJS Ketenagakerjaan periode 2012-2015. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Bank Bali, Direktur PT Bank Permata Tbk, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Direktur PT Tuban Petrochemical Industries.

10. Dian Ediana Rae

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae. Foto: ppatk.go.id

Jabatan terakhir yang diemban Dian adalah Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Periode 2020-2021. Sebelumnya ia pernah meniti karier di Bank Indonesia, dengan sejumlah jabatan antara lain sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London pada tahun 2010-2013, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI yang meliputi Jawa Barat dan Banten pada 2013-2014, dan Kepala Departemen Regional I Bank Indonesia pada periode tahun 2014-2016.

Bersama dengan almarhum Kepala PPATK sebelumnya, Kiagus Ahmad Badaruddin, ia berjuang membangun PPATK menjadi lembaga yang kredibel dan berintegritas. Dia menjabat sebagai Wakil PPATK saat itu. Banyak inisiatif yang telah dia buat saat di PPATK, mulai dari penguatan infrastruktur hukum anti-pencucian uang hingga pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT).