Kumparan Logo

Warga Ikut Bersihkan Lokasi Bencana Bisa Dibayar Lewat Skema Padat Karya PU

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua bocah berjalan didekat rumah yang hancur akibat banjir bandang di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dua bocah berjalan didekat rumah yang hancur akibat banjir bandang di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan masyarakat yang terlibat dalam pembersihan dan penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera akan dibayar oleh negara melalui skema padat karya.

Dody mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mempercepat pemulihan sekaligus memberi penghasilan langsung bagi warga terdampak.

“Karena kita butuh cepat dan 24 jam, malam pun kita kerja, dan untuk masyarakat dan teman-teman yang berkenan membantu, lebih bersemangat kita masukkan ke dalam padat karya, sehingga kita bayar sekarang mereka,” tutur Dody dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Bencana Sumatera, dikutip dari Laman YouTube TV Parlemen, Selasa (30/12).

Kementerian PU telah mengirimkan tim ke sejumlah daerah terdampak paling parah, seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, hingga Gayo Lues.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo berdiskusi dengan Kepala Staf Angkatan Darat bersama tim Kementerian PU dan TNI-AD. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Mulanya penanganan difokuskan pada Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, namun seiring perkembangan di lapangan, ditemukan bahwa kerusakan juga terjadi di kabupaten lain dengan kondisi serupa. Dia menyebut salah satu tantangan yang dihadapi adalah pembersihan area berlumpur 1 meter hingga 2 meter.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja untuk pembersihan berbagai fasilitas publik, mulai dari jembatan, rumah sakit umum daerah (RSUD), pondok pesantren, sekolah, hingga jalan-jalan kota. Dalam proses tersebut, Kementerian PU juga dibantu oleh TNI.

Dody mengatakan, skema padat karya ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk gotong royong kemanusiaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Jadi harapan kami, masyarakat yang terdampak, dan teman-teman yang ikut membantu, bukan sekadar proyek kemanusiaan dan terima kasih, tapi juga ada sedikit sumbangan dari negara,” tutupnya.