Kumparan Logo

Warga Kanada Tertarik Beli Mobil EV Murah China Usai Tarif Impor Turun

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas di salah satu pabrik mobil listrik Neta Auto di Tongxiang, China. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas di salah satu pabrik mobil listrik Neta Auto di Tongxiang, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

Penurunan tarif impor kendaraan listrik (EV) asal China oleh pemerintah Kanada mulai mengubah sikap konsumen. Survei terbaru menunjukkan warga semakin terbuka membeli mobil listrik buatan negara Tirai Bambu itu, seiring kebijakan yang membuka akses kendaraan berharga lebih terjangkau ke pasar domestik.

Jajak pendapat Nanos Research Group untuk Bloomberg News menemukan 53 persen responden menyatakan asal produksi China tak mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Sebanyak 15 persen mengaku lebih tertarik membeli, sementara 28 persen mengatakan sebaliknya.

Perubahan ini kontras dibandingkan 2024, ketika mayoritas warga Kanada cenderung menolak kendaraan listrik buatan China. Saat itu, 61 persen responden menyatakan kurang berminat dan hanya 9 persen yang mengaku lebih tertarik.

Perubahan sentimen terjadi setelah pemerintah di bawah Perdana Menteri Mark Carney menurunkan tarif impor EV China menjadi sekitar 6 persen dan membuka kuota hingga 49.000 unit per tahun. Kebijakan tersebut berbalik dengan langkah yang dikeluarkan di era Justin Trudeau, yang mengenakan tarif tambahan 100 persen untuk membatasi masuknya produk China.

Mark Carney. Foto: Carlos Osorio/REUTERS

Kesepakatan dagang juga berdampak pada hubungan bilateral. China menyatakan bakal mencabut tarif balasan terhadap ekspor pangan Kanada, sementara Ottawa berharap kendaraan listrik murah mulai masuk pasar domestik secara bertahap. Sebagian kuota bahkan dialokasikan untuk EV berharga C$35.000 atau kurang.

Namun, kebijakan ini memicu kritik dari produsen mobil AS serta pemerintah provinsi Ontario yang menjadi basis industri perakitan otomotif Kanada. Kekhawatiran keamanan data turut mencuat.

"Hal ini dapat membuka pasar dalam hal keterjangkauan, tetapi juga menimbulkan sejumlah kekhawatiran terkait keamanan, privasi, dan ke mana data tersebut akhirnya akan dikirim," kata Pemimpin industri manufaktur di Marsh Canada, Falak Kothari, dikutip dari Bloomberg pada Selasa (17/2).

"Saya pikir ini masih akan membuat gebrakan dengan perusahaan-perusahaan seperti BYD dan lainnya yang berpotensi memasuki pasar Kanada untuk pertama kalinya," sambungnya.

video from internal kumparan

Pemerintah Kanada sendiri mencoba menyeimbangkan kebijakan tersebut dengan menghidupkan kembali insentif pembelian EV hingga C$5.000 per unit dan menyiapkan standar emisi baru. Selain itu, Ottawa mendorong investasi China di sektor manufaktur otomotif lokal melalui skema kemitraan.

"Kami percaya bahwa para juara Kanada yang hebat ini dapat bermitra dengan perusahaan kendaraan listrik China untuk membuat mobil Kanada-Tiongkok dan mengekspornya ke seluruh dunia," kata Menteri Perindustrian Melanie Joly.

Survei yang melibatkan 1.009 responden itu dilakukan pada 31 Januari hingga 4 Februari dengan margin kesalahan sekitar 3,1 poin persentase, menunjukkan perubahan sikap konsumen yang signifikan terhadap produk otomotif China.