Was-was Harga BBM Naik, Pemilik Rumah Makan Siapkan Porsi Lebih Kecil

1 September 2022 18:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana salah satu rumah makan Padang di kawasan Sukmajaya saat pemberlakuan larangan makan ditempat, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Suasana salah satu rumah makan Padang di kawasan Sukmajaya saat pemberlakuan larangan makan ditempat, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Isu harga BBM bakal naik masih ramai dibicarakan publik, meski Presiden Jokowi memastikan harga Pertalite tak naik hari ini, Kamis (1/9). Pelaku usaha rumah makan termasuk salah satunya yang sudah bersiap mengantisipasi kenaikan harga BBM.
ADVERTISEMENT
Berbagai cara dari menyiapkan harga baru hingga memperkecil porsi makanan, disebut pemilik rumah makan sebagai langkah menyiasati naiknya harga BBM.
Salah satu pemilik rumah makan di daerah Rawa Belong, Umiyati, menuturkan bahwa ia tidak berencana untuk menaikkan harga makanan. Sebab, usaha tempat makannya tidak pernah menaikkan harga di tengah gejolak ekonomi yang sedang terjadi.
"Tidak kayaknya, saya tidak pernah menaikkan harga," ujar Umi kepada kumparan, Kamis (1/9).
Untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM, Ia justru memilih alternatif lainnya dengan mengurangi porsi dari makanan yang dijual. Ia menilai, hal itu lebih baik daripada memilih opsi untuk menaikkan harga. "Palingan porsinya yang saya kurangi kalau sembako naik," kata dia sembari tertawa.
Hal senada diungkapkan Billah, salah satu pemilik rumah makan di Palmerah. Menurutnya, usahanya saat ini juga belum menaikkan harga di tengah wacana kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun, Ia akan menaikkan harga makanan apabila harga bahan-bahan belanja naik secara signifikan.
ADVERTISEMENT
"Kayanya warung saya belum. Kecuali harga bahan belanjaan naik parah mungkin baru saya naikin," ungkap Billah.
Lebih lanjut, Ia mengaku wacana kenaikan harga BBM subsidi telah membuat dirinya pusing. Billah merasa bahwa pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat.
Menurutnya, hal itu yang membuat sejumlah masyarakat melakukan antrean di SPBU pada Rabu malam (31/8). "Pusing saya sama pejabat di negeri ini. Kok kayak tidak mikir rakyat gitu," pungkasnya.