Kumparan Logo

Waskita Beton Garap Proyek Kereta Api, Pasok Bantalan Rel

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Waskita Beton Precast Tbk. Foto: PT Waskita Beton Precast Tbk
zoom-in-whitePerbesar
PT Waskita Beton Precast Tbk. Foto: PT Waskita Beton Precast Tbk

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mulai merambah proyek kereta api. Salah satunya menjadi pemasok bantalan rel kereta api.

Direktur Produksi WSBP Heri Supriyadi mengatakan, saat ini perseroan telah meraih sertifikasi untuk inovasi Bantalan Jalan Rel (BJR) tipe 1067 (lebar jalan rel 1067 mm). Selain itu, perusahaan juga meraih sertifikasi produk untuk inovasi bantalan jalan rel tipe lainnya.

"Produk bantalan jalan rel tipe 1067 dan 1435 yang telah tersertifikasi. Proses sertifikasi produk bantalan ini merupakan kerja sama dengan produsen penambat PT Pindad (Persero),” kata Heri dalam keterangan tertulis, Rabu (23/2).

Berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.209/4/2/DJKA/2021, produk bantalan jalan rel WSBP menggunakan sistem penambat produksi Pindad yang telah memenuhi standar dan spesifikasi teknis.

Heri menjelaskan, BJR tipe 1435, yakni lebar jalan rel 1.435 mm dan beban gandar 25 ton, juga meraih Sertifikat Komponen Prasarana Perkeretaapian dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada 28 Desember 2021. Menurutnya, produk tersebut juga telah lolos standar pengujian SNI 8828:2019 tentang Bantalan Beton dan Sistem Penambat untuk Jalan Rel di Laboratorium Independent, B2TKS atau Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur di Serpong.

“Perusahaan melihat adanya peluang yang masih besar dalam proyek-proyek di bidang infrastruktur perkeretaapian di Indonesia,” ungkap Heri.

Saat ini, WSBP juga tengah menyuplai readymix untuk proyek Pembangunan 3 unit Jembatan Kereta Api yang berlokasi di antara Jalur Kereta Api Tebing Tinggi – Siantar Lintas Tebing Tinggi – Siantar. "Ke depannya WSBP akan terus berkomitmen untuk menghasilkan inovasi produk untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia," tambahnya.