kumparan
search-gray
Bisnis13 Maret 2020 17:48

Waskita Impor Atap dari Kanada untuk Bandara Padang Agar Tahan Angin Kencang

Konten Redaksi kumparan
Bandara Internasional Minangkabau
Suasana Bandara Internasional Minangkabau. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merenovasi Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang, Sumatera Barat. Adapun pembangunan Bandara Minangkabau dimulai sejak 17 September 2018 dengan 2 tahapan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Untuk tahap I adalah pembangunan gedung terminal baru dan tahap 2 adalah renovasi gedung terminal eksisting. Pada hari Selasa (10/3) lalu, sebagian gedung terminal baru difungsikan secara minimum sebagai terminal kedatangan domestik.
Lingkup pekerjaan Waskita Karya untuk proyek ini mulai dari pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur atas, dan pekerjaan arsitektur. Lalu pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal, pekerjaan elektronika, pekerjaan interior dan signage, serta pekerjaan renovasi bangunan terminal eksisting.
“Terdapat keunggulan dalam penggunaan material di bangunan terminal baru yaitu material yang digunakan adalah material atap bitumen yang diimpor dari Kanada. Kemudian juga ada peningkatan kualitas dari gedung terminal lama,” kata Project Manager BIM, Sutrisno PS berdasar keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Selain itu, material yang digunakan untuk renovasi bandara ini adalah Bubble Foil Air Radiant Shield dengan spesifikasi alumunium foil + bubble 4 mm + alumunium foil, hollow besi 4x4 cm, multipleks tebal 9 mm, IKO Stormtite sebagai underlayer, dan IKO Marathon 20.
Bandara Minangkabau
Bandara Minangkabau Foto: Nurul Hidayati/kumparan
Dijelaskan Sutrisno, penggunaan material bubble foil ini dikarenakan resisten terhadap HCL dan NaCL serta memiliki 100 persen maksimum thermal reflective durable sehingga mengurangi suhu panas yang masuk ke dalam gedung.
ADVERTISEMENT
Bubble foil ini juga memiliki daya tahan material yang sangat tinggi. Sedangkan IKO Marathon 20 ini memiliki keunggulan antibocor, fleksibel, ringan, tidak mudah terbakar dengan sertifikasi class A fire resistance rating, dan bergaransi 20 tahun,” ucapnya.
Material yang digunakan di proyek ini dinilai memenuhi persyaratan untuk bangunan terminal Bandara Internasional Minangkabau yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera yang lokasinya berdekatan dengan daerah pantai dengan rentang kecepatan angin yang cukup tinggi.
Proyek Terminal Bandara Minangkabau dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas penumpang dari bandar udara eksisting yang semula dapat melayani 3,2 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang per tahun. Untuk luas bangunan gedung terminal eksisting semula adalah 20,587 m² kemudian diperluas dengan menambahkan gedung terminal baru seluas 25.725 m² sehingga luas total bangunan bandara menjadi 46.312 m².
ADVERTISEMENT
“Progres pembangunan terminal baru sampai dengan saat ini adalah 83 persen dan renovasi bangunan terminal eksisting belum dikerjakan karena menunggu gedung terminal baru dioperasikan. Pelaksanaan renovasi terminal eksisting akan dilaksanakan secara parsial dengan memindahkan pelayanan dari gedung terminal lama ke gedung terminal baru,” kata Sutrisno.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white