Kumparan Logo

Waskita Karya Rehabilitasi 21 Irigasi di Jabar-Jateng, Nilai Proyek Rp 282,6 M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah fi Balai Besar Wilayah Sungai yang digarap Waskita Karya. Foto: Dok. Waskita Karya
zoom-in-whitePerbesar
Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah fi Balai Besar Wilayah Sungai yang digarap Waskita Karya. Foto: Dok. Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menggarap sejumlah proyek Sumber Daya Air (SDA) yang merupakan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berbagai kawasan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III.

Proyek-proyek dengan total nilai garapan mencapai Rp 282,6 miliar tersebut mulai dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, Sumatra II, Sumatra VIII, Nusa Tenggara II, Kalimantan IV, hingga BBWS Pompengan Jeneberang di Sulawesi Selatan. Waskita juga akan merehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi Tahap III di Provinsi Banten.

Direktur Operasi II Waskita Karya Dhetik Ariyanto menargetkan pengerjaan beberapa jaringan irigasi itu rampung pada akhir 2025.

Waskita akan merehabilitasi 21 Daerah Irigasi (DI) Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Jaringan Utama Kewenangan Daerah di BBWS Cimanuk Cisanggurang. Terdiri dari delapan DI di Kabupaten Garut, empat di Indramayu, tiga di Kuningan, lima di Cirebon, serta satu DI di Brebes.

"Waskita Karya akan mengoptimalisasi lahan bukan rawa agar menjadi lebih produktif melalui penataan lahan dan sistem pengairan. Dengan begitu, sawah yang sudah ada dapat ditingkatkan indeks penanamannya," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (7/12).

Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah fi Balai Besar Wilayah Sungai yang digarap Waskita Karya. Foto: Dok. Waskita Karya

Kegiatan optimalisasi itu, lanjut Dhetik, meliputi konservasi tanah dan air, pembangunan jaringan irigasi atau drainase, rehabilitasi pintu air dan bangunan penampung, pemasangan pompa air ber-SNI, serta penyiapan dan pengolahan lahan.

Pada proyek BBWS Sumatra VIII, Waskita Karya mengerjakan dua DI di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Selain normalisasi saluran, Perseroan juga akan memasang batu bronjong.

"Sesuai Inpres Nomor 02 Tahun 2025, beragam proyek ini memberikan manfaat pada bidang pertanian. Di antaranya mempercepat peningkatan produksi pangan, karena memungkinkan optimalisasi lahan yang selama ini tidak produktif akibat jaringan irigasi," tuturnya.

Waskita sebelumnya juga mengantongi sejumlah proyek SDA, seperti Jaringan Utama DI Kewenangan Daerah di Sumatra Selatan, DI Komering Sub DI Lempuing Paket 1, Rehabilitasi Jaringan Utama DI Banten, serta pembangunan Karian Dam-Serpong Conveyance System (KSCS) Package I.

Pada periode 2015–2025, Perseroan mengerjakan 28 bendungan dan 22 irigasi, termasuk Bendungan Temef di NTT, Tapin di Kalsel, Way Sekampung di Lampung, Leuwikeris di Jabar, Margatiga di Lampung, dan Irigasi Rentang di Jabar.

instagram embed