kumparan
Bisnis14 Oktober 2019 12:39

WeWork Terancam Bangkrut, SoftBank Siap Suntik Dana Lagi

Konten Redaksi kumparan
SoftBank
SoftBank Foto: REUTERS/Toru Hanai/
Perusahaan keuangan asal Jepang, SoftBank, tengah menyiapkan sejumlah dana untuk kembali menyuntik WeWork, perusahaan berbagi kantor (co-working space) asal Amerika Serikat (AS). Dana yang akan dikucurkan kali ini juga tak sedikit, yakni setidaknya USD 3 miliar atau Rp 42,35 triliun (kurs Rp 14.115 per USD).
ADVERTISEMENT
SoftBank sendiri telah menyuntikan dana USD 10 miliar ke WeWork pada Januari lalu. Menurut salah seorang pejabat di SoftBank, dana yang akan diinvestasikan nantinya akan lebih rendah dari USD 10 miliar tersebut.
"Rincian dananya tidak dijelaskan berapa, tapi dibutuhkan setidaknya USD 3 miliar untuk melewati tahun depan. Harga yang akan dibayar SoftBank untuk saham We juga akan jauh lebih rendah dari yang diinvestasikan pada Januari lalu, bisa turun di bawah USD 10 miliar," ujar salah seorang pejabat SoftBank seperti dilansir Wall Street Journal, Senin (14/10).
WeWork saat ini tengah mencari cara untuk menopang keuangannya, setelah perusahaan induk mereka, We Co, mengurungkan rencana penawaran perdana saham. Sementara CEO WeWork, Adam Neumann, telah mengundurkan diri akibat tekanan.
ADVERTISEMENT
Salah satu solusi yang paling mungkin untuk mengatasi masalah keuangan di WeWork, adalah menerima penawaran dari SoftBank tersebut. Tapi ada juga kemungkinan lainnya yakni meminjam dana dari JPMorgan Chase & Co. Bank asal AS ini bahkan telah mengadakan pertemuan dengan para investor untuk rencana suntikan dana ke WeWork.
Luhut Panjaitan, Anthony Tan, Masayoshi Son, Ridzki Kramadibrata
(ki-ka) President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, CEO Grab Anthony Tan, Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son, saat diterima Presiden Joko Widodo Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Sementara itu, Kepala Eksekutif SoftBank Masayoshi Son, telah meminta Eksekutif SoftBank lainnya, Marcelo Claure, untuk bekerja dengan co-CEO baru We, Artie Minson dan Sebastian Gunningham. Sejak kepergian Neumann, Claure dan sekitar 20 karyawan SoftBank lainnya telah menganalisis sewa bangunan perusahaan di berbagai negara.
SoftBank juga telah menyewa pengacara dari Weil, Gotshal & Manges LLP, sebuah firma hukum yang dikenal dengan spesialis restrukturisasi keuangan perusahaan.
ADVERTISEMENT
Tanpa pendanaan baru, We yang memiliki peringkat kredit buruk, akan menghadapi krisis. Apalagi biaya konstruksi dan tagihan lainnya mencapai USD 2,5 miliar sejak Juni lalu.
SotBank dikenal sebagai perusahaan yang agresif membakar uang. Setidaknya dalam dua tahun terakhir ini perusahaan itu disebut telah membakar uang USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.413 triliun dana investasi.
Perusahaan yang didirikan miliarder Masayoshi Son itu, selama ini menyasar startup pada sektor yang beragam. Mulai dari pengembang mobil otonom, layanan kesehatan, transportasi, termasuk sektor keuangan.
Tapi kasus bakar duit paling dramatis SoftBank, dialami pada investasi mereka di perusahaan berbagi kantor (co-working space), WeWork.
“Jika perusahaan terus membakar uang seperti saat ini, yakni sebesar USD 700 juta atau sekitar Rp 9,9 triliun per kuartal, maka uang tunai WeWork akan habis pada pertengahan kuartal II 2020,” tulis Samuel Chen, analis dari Sanford C. Bernstein & Co, seperti dikutip dari The Guardian. Artinya WeWork bangkrut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan