Bisnis
·
2 Februari 2021 17:49

Widodo Makmur Unggas Revisi Capex Tahun Ini Jadi Rp 1,5 Triliun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Widodo Makmur Unggas Revisi Capex Tahun Ini Jadi Rp 1,5 Triliun (51393)
Peternak mengumpukan telur ayam broiler di salah satu usaha ayam bertelur Desa Blang Bintang, Kabaupaten Aceh Besar, provinsi Aceh, Senin (23/7). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Perusahaan yang bergerak di sektor peternakan ayam terintegrasi, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), telah merevisi target belanja modal atau capital expendicture (capex) untuk tahun ini menjadi Rp 1,5 triliun dari semula Rp 1,9 triliun.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas, Tumiyana, mengatakan perseroan tetap akan on the track untuk merealisasikan target kinerja di tahun 2021.
"Capex on progress," ujar Tumiyana dalam konferensi pers usai pencatatan saham perdana secara virtual di Jakarta, Selasa (2/2).
Adapun pos yang direvisi adalah volume kapasitas ayam broiler, diturunkan dari 7,7 juta broiler menjadi 6,4 juta broiler. Namun, perseroan tetap bisa memenuhi selisihnya dengan membeli live bird dari luar.
Meski merevisi capex, Tumiyana menegaskan perseroan tidak merevisi target pendapatan sampai akhir tahun 2021. "Pendapatan masih dalam posisi tidak akan dikoreksi," lanjutnya.
Seperti diketahui, sepanjang tahun ini WMU menargetkan pendapatan dapat tembus Rp 4,3 triliun. Angka ini naik 290,9 persen dibanding realisasi penjualan di 2020 yang tercatat sebesar Rp 1,1 triliun.
ADVERTISEMENT
Tumiyana merinci rencana penggunaan capex juga masih sesuai rencana yaitu untuk memenuhi fasilitas produksi, merampungkan pabrik pakan ternak yang ada di Ngawi pada kuartal IV-2021, dan peningkatan volume ayam broiler. Adapun proporsi pendanaan yang akan digunakan untuk ekspansi tahun ini berasal dari dana IPO serta internal.
Widodo Makmur Unggas Revisi Capex Tahun Ini Jadi Rp 1,5 Triliun (51394)
Peternak memberikan pakan ayam broiler di kandang miliknya. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Tumiyana membeberkan sejauh ini rasio keuangan perusahaan masih sangat bagus. Sampai akhir tahun 2021, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) diperkirakan di angka 1,9 kali-2 kali. Jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri (gearing ratio) antara 0,9 kali sampai 0,95 kali. Kinerja perseroan juga akan terus didorong dengan menaikkan kapasitas rumah potong hewan unggas sebanyak 25.500 ekor per jam.
"Jadi kaidah keuangan itu masih kita penuhi dengan asumsi capex Rp 1,5 triliun. Nanti di tahun 2022 seiring dengan peningkatan kapasitas maka total capex spending masih bisa landing lagi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tumiyana juga menekankan bahwa perseroan akan fokus pada lini bisnis downstream melalui ayam karkas. Saat ini harga karkas relatif stabil dengan rerata Rp 31.200 per kilo.