Kumparan Logo

WIKA Tetap Kebut Pembangunan Proyek Strategis di Tengah Pandemi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proyek MRT yang dibangun PT Wijaya Karya Tbk (Persero) di Taiwan.  Foto: WIKA
zoom-in-whitePerbesar
Proyek MRT yang dibangun PT Wijaya Karya Tbk (Persero) di Taiwan. Foto: WIKA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berkomitmen tetap melanjutkan pembangunan proyek-proyek strategis meski dihadapkan pada kondisi tertekan akibat pandemi.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengungkapkan, pembangunan ini tetap berlangsung sebab proyek dengan nilai strategis menjadi kunci dari keberlangsungan bisnis WIKA di beberapa tahun mendatang.

Menurut Agung, proyek strategis pertama yang masih tetap berjalan adalah pembangunan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Secara keseluruhannya, pembangunan proyek ini telah mencapai 51 persen dan sedang dalam proses penyelesaian pekerjaan finishing dan MEP. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2021. Nantinya bandara ini akan 3 kali lipat lebih luas dari yang semula 51.005 meter persegi menjadi 166.005 meter persegi untuk menampung 15,6 juta penumpang setiap tahunnya,” ungkap Agung dalam Public Expose Live 2020, Selasa (25/4).

Agung mengatakan pembangunan bandara tersebut juga melibatkan entitas anak yaitu yang pertama WIKA Beton untuk memasok beton readymix dan beton precast. Kedua, pembangunan juga melibatkan WIKA Gedung untuk lingkup pekerjaan struktur, WIKA Rekayasa Konstruksi untuk instalasi MEP, serta WIKA IKON untuk pekerjaan struktur baja spaceframe.

Percepatan proyek Kereta Cepat yang Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Foto: Dok: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Kemudian proyek strategis kedua adalah Pengerjaan Kabel Laut 150 kV di Sumatera – Bangka. Pada proyek ini, WIKA dalam konsorsium bersama Furukawa Electric Co.,Ltd dipercaya PLN untuk melaksanakan konstruksi pemasangan kabel bertegangan 150 kV sepanjang 36 kilometer pada kedalaman laut 45 meter.

Terpasangnya kabel laut ini akan menghadirkan energi yang efisien bagi Bangka sekaligus mengurangi ketergantungan energi minyak/diesel yang dialihkan menjadi energi batu bara,” ujarnya.

Adapun pembangunan ini merupakan portofolio baru bagi WIKA di bidang Engineering, Procurement and Construction (EPC). Hingga saat ini WIKA dan Furukawa mampu mencatatkan progress 8,5 persen atau ahead 1,5 persen dari rencana. Pengerjaannya ditargetkan selesai pada awal tahun 2022.

Sementara itu, untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Banten, WIKA juga melanjutkan pembangunan portofolio investasinya yaitu Tol Serang Panimbang. Tol ini membentang sepanjang 83,67 km yang pengerjaannya dibagi menjadi dua seksi, yaitu seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang - Rangkas Bitung dan seksi 2 sepanjang 24,1 km dari Rangkas Bitung - Cileles.

“Pembangunan Seksi I kini mencapai 73,40 persen dan kami targetkan selesai pada semester I 2021,” ujar Agung.

Progres Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) sesi 1A. Foto: Dok. Kementerian PUPR

Proyek yang juga dikerjakan oleh WIKA di Banten adalah Tol Serpong Balaraja yang dirancang untuk mempersingkat jarak tempuh dari Serpong menuju Jakarta maupun Merak. Pada Seksi I ini, WIKA dipercaya oleh PT Trans Bumi Serbaraja sebagai entitas anak dari PT Bumi Serpong Damai (Sinar Mas Grup) untuk membangun jalan tol sepanjang 5,15 km yang menghubungkan Pusat Intermoda BSD City dan Tol Jakarta Outer Ringroad (JORR).

"Saat ini pembangunannya telah mencapai 16,56 persen dan sedang dalam tahap pengerjaan saluran Frontage Road, struktur pondasi Main Road dan struktur Simpang Susun Central Business District (CBD) BSD Raya. Kami menargetkan untuk bisa selesai pada akhir tahun 2021,” ungkap Agung BW.

Progress pembangunan juga mulai terlihat pada pembangunan Jalan Tol Pekanbaru - Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan. Proyek sepanjang 54,2 km ini akan menjadi jalur utama transportasi utama yang menghubungkan Sumatera Barat - Riau. Dalam proyek tersebut, WIKA sedang mengerjakan konstruksi tahap I sepanjang 24 km dengan progress mencapai 6,17 persen Rencananya, proyek ini akan selesai pada Semester II 2022.

Selain itu, WIKA bersama PTPP sebagai kontraktor nasional bergabung dengan Konsorsium bersama Penta Ocean, TOA, Rinkai dipercaya oleh Kementerian Perhubungan untuk menggarap Proyek Pelabuhan Patimban yang saat ini telah mencapai progres sebesar 80 persen.

Selain bertanggung jawab akan pengerjaan Proyek Pelabuhan Patimban, WIKA juga membentuk Joint Operation bersama PTPP untuk menggarap pekerjaan paket 3, yaitu jembatan yang berfungsi sebagai penghubung antara akses darat (Paket 4) menuju lahan reklamasi (Paket 1 & 2).

Kini progres proyek tersebut telah mencapai 13 persen hingga awal bulan Agustus 2020. Proyek ditargetkan mampu rampung pada Oktober 2021. Saat ini tim proyek sedang fokus pada pengerjaan akses kerja di laut dengan menggunakan coast way yang saat ini telah mencapai sepanjang 560 meter dari total 1 km yang ditargetkan.