WIR Asia Resmi IPO di BEI, Sahamnya Langsung ARA Melesat 34,52 Persen
·waktu baca 2 menit

WIR Group lewat PT WIR Asia Tbk (WIRG) secara resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IPO pada Senin, 4 April 2022. Saham WIRG pun langsung auto reject atas (ARA) lantaran langsung melesat 34,52 persen ke level 226.
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, WIR Group saat ini merupakan pemain terkemuka dalam teknologi realitas digital (digital reality) yang mencakup Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial intelligence (AI) di Indonesia ataupun di ranah internasional.
Selain itu, WIR telah menyelesaikan 1000 proyek di lebih dari 20 negara dan meraih berbagai pencapaian yang luar biasa. Prestasi dan kontribusi perusahaan di perkembangan ekosistem metaverse dunia menjadikan WIR Group menjadi salah satu perusahaan teknologi Indonesia yang patut diperhitungkan tahun ini.
“Saya percaya saham perusahaan akan menjadi investasi yang menarik bagi masyarakat, investor, pasar modal di Indonesia,” tutur Inarno dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham WIRG, Senin (4/4).
Pencatatan perdana saham perusahaan WIR Group menjadi sebuah milestone baru dan langkah awal untuk berkembang lebih besar di masa depan demi mewujudkan dunia metaverse yang dapat dinikmati semua orang.
Adapun WIR Group juga menjadi perusahaan tercatat ke-13 di BEI pada 2022 dan diperdagangkan dengan kode saham WIRG. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama WIR Group, Michael Budi mengungkapkan, dunia metaverse yang dikenal sebagai perpaduan dunia nyata dan virtual manusia dapat bertransformasi ke dunia virtual sebagai avatar untuk dapat bekerja belajar dan berinteraksi satu sama lain.
“Atas nama WIR Group kami mohon dukungan agar kami dapat terus memberi karya terbaik bagi masyarakat, bangsa dan membawa nama Indonesia tercinta di kancah internasional,” pungkas Michael.
Adapun WIR Group melepas 2,33 miliar saham baru atau 20 persen dari modal yang disetor penuh setelah IPO serta 233,7 juta saham tambahan. Harga saham perdana ditetapkan Rp 168 per saham.
Sehingga total dana yang diperoleh perusahaan dari IPO ini mencapai Rp 431,9 miliar.
