WTO Kritik Sikap AS Terkait Perang Dagang

Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), Roberto Azevedo, meminta ketegangan terkait aksi saling balas pengenaan tarif dalam hubungan perdagangan global diakhiri. ““Kita harus menghentikan eskalasi ketegangan ini. Proses tit-for-tat (saling balas) tidak akan membantu,” katanya dalam pernyataan pers di Berlin, Jerman.
Dikutip dari Reuters, Azevedo juga mengkritik sikap Amerika Serikat (AS) di WTO.
"AS lebih memusatkan perhatian pada tindakan bilateral-unilateral, bahkan kadang-kadang tidak mendukung sistem perdagangan berbasis aturan,” katanya.
"Mereka mengeluhkan tentang sistem, mereka mengatakan ingin memperbaiki sistem, tetapi kami mengharapkan pendekatan yang lebih konstruktif oleh mereka," lanjut Azevedo.
Sebelumnya menteri ekonomi Jerman mengatakan, Berlin tidak melihat ada solusi dalam waktu dekat untuk perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi utama lainnya. Tapi tetap terbuka untuk pembicaraan di antara negara-negara sekutu AS, yang berusaha untuk menghentikan perang perdagangan global.
Sebagai eksportir terbesar di antara negara-negara Uni Eropa ke Amerika Serikat, Jerman sangat ingin menghindari perang dagang Uni Eropa dengan Amerika Serikat. Apalagi Jerman harus mempertaruhkan 1 juta pekerja yang memutar roda perekonomian.
Jerman merupakan pengekspor mobil terbesar di antara negara Uni Eropa, ke Amerika Serikat. "Saya percaya situasi win-win masih mungkin," ujar Menteri Ekonomi Peter Altmaier.
Menyusul sikap Trump yang tak mengendurkan proteksi perdagangannya, Uni Eropa juga menargetkan pengenaan tarif impor sebesar 2,8 miliar euro atas produk-produk asal AS. Mereka akan menaikkan tarif impor terhadap produk seperti anggur dan jeans, hingga 25% mulai awal Juli mendatang.
