Kumparan Logo

Yen Melemah-Harga Minyak Naik, Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Jadi 1,25%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi Bank of Japan. Foto: Poetra.RH/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Bank of Japan. Foto: Poetra.RH/Shutterstock

Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,25 persen dari sebelumnya 1,0 persen pada Jumat (18/9). Langkah ini mempercepat pengetatan kebijakan moneter karena BOJ berupaya mengendalikan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dan pelemahan yen.

Kenaikan suku bunga diputuskan dalam rapat kebijakan moneter BOJ selama dua hari dan telah diperkirakan secara luas oleh pasar. Namun, dua dari sembilan anggota Dewan Kebijakan BOJ, Toichiro Asada dan Ayano Sato, menolak keputusan tersebut.

Kebijakan ini membuat biaya pinjaman berada di level tertinggi dalam 31 tahun. Kenaikan tersebut juga menjadi yang paling cepat dalam siklus kenaikan suku bunga saat ini yang dimulai pada Maret 2024. BOJ hanya membutuhkan waktu tiga bulan sejak kenaikan suku bunga sebelumnya pada Juni.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan dalam konferensi pers setelah rapat bahwa kondisi moneter Jepang masih akomodatif. Katanya, bank sentral akan menyesuaikan kebijakan moneternya berdasarkan perkembangan ekonomi dan harga, yang sejauh ini berjalan sesuai dengan proyeksi BOJ.

BOJ menyatakan akan “terus menaikkan suku bunga kebijakan dan menyesuaikan tingkat akomodasi moneter sebagai respons terhadap perkembangan aktivitas ekonomi dan harga, serta kondisi keuangan,” seperti dikutip dari The Mainichi, Sabtu (19/9).

Gubernur Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) Kazuo Ueda berbicara dalam konferensi pers di kantor pusat BOJ di Tokyo, Selasa (28/4/2026). Foto: Kazuhiro Nogi/AFP

Bank sentral Jepang ini juga menyebut kondisi keuangan yang akomodatif diperkirakan masih akan bertahan setelah kenaikan suku bunga terbaru. Menurut BOJ, kondisi akan terus mendukung aktivitas ekonomi secara kuat.

Meski mengingatkan adanya risiko inflasi melampaui target 2 persen, BOJ mengatakan akan mencermati perkembangan pasar valuta asing dan permintaan global yang berkaitan dengan industri kecerdasan buatan (AI) dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.

Sebelumnya, BOJ menaikkan suku bunga sekitar setiap enam bulan setelah mengakhiri kebijakan suku bunga negatif pada Maret 2024.

Harga minyak naik di tengah kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat terus mengganggu pasokan dari kawasan Timur Tengah.

ilustrasi Bank of Japan. Foto: Richard A. Brooks / AFP

Kenaikan biaya energi juga menambah tekanan inflasi di Jepang. Pelemahan yen juga membuat harga bahan bakar dan berbagai barang impor lainnya menjadi lebih mahal.

Kenaikan suku bunga BOJ terbaru berpotensi menekan perekonomian karena meningkatkan biaya pinjaman bagi dunia usaha dan rumah tangga. Di sisi lain, suku bunga yang lebih tinggi dapat membantu mengendalikan inflasi dengan mengurangi tekanan pelemahan terhadap yen.

BOJ kini menghadapi tantangan untuk menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memperlambat pertumbuhan ekonomi secara berlebihan.

Keputusan tersebut juga diambil di tengah kekhawatiran mengenai pelemahan yen. AS diketahui memberikan tekanan kepada Jepang terkait depresiasi yen yang dinilai berlebihan.

Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (The Fed) AS juga menaikkan suku bunga pada bulan ini di tengah kekhawatiran inflasi yang masih bertahan, menunjukkan adanya pergeseran yang lebih luas menuju kebijakan moneter yang lebih ketat.