YLKI Dukung Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok di 2021

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau atau cukai rokok di 2021. Kenaikan tarifnya diperkirakan sebesar 13-20 persen.
"Terhadap wacana itu (kenaikan cukai rokok), YLKI sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan untuk kenaikan cukai rokok dimaksud,"Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangannya, Sabtu (24/10).
Menurut dia, kenaikan cukai rokok sangat penting untuk memberikan perlindungan pada konsumen. Sebab cukai memang sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat sebagai perokok aktif atau perokok pasif.
Kenaikan cukai rokok juga sangat penting untuk melindungi perokok anak dan remaja. Mengingat prevalensi merokok anak di Indonesia sudah sangat tinggi, mencapai 8,5 persen. Padahal target dari RPJMN 2020 hanya 5,8 persen.
"Artinya target menurunkan prevalensi merokok pada anak menjadi sangat penting, dan kenaikan cukai rokok menjadi instrumen efektif untuk itu," jelasnya.
Selama ini, kata Tulis, prevalensi merokok pada anak terus naik karena harga rokok yang terlalu murah. Apalagi peringatan pada bungkus rokok hanya 40 persen, dinilai masih sangat kecil.
Tulus menilai, asumsi bahwa kenaikan cukai rokok akan melambatkan pertumbuhan ekonomi dan PHK buruh, adalah tidak benar dan tidak beralasan.
"Sebab faktanya bahwa kenaikan cukai rokok justru menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi, karena masyarakat akan mengalokasikan belanja untuk kebutuhan yang lebih urgen di masa pandemi ini," kata dia.
Sedangkan faktor pengurangan buruh, dinilainya bukan karena kenaikan cukai, tapi faktor mekanisasi serta rendahnya penyerapan tembakau lokal karena tingginya impor tembakau.
"Lagi pula di masa pandemi COVID-19 seperti ini, aktivitas merokok menjadi sangat rawan dan high risk, karena bisa menjadi trigger untuk konsumen terinfeksi COVID-19," tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya Menteri Keuangan Sri Mulyani diminta tak perlu ragu untuk menaikkan cukai rokok pada 2021. Menurut dia, hal ini justru akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan atau aspek kesehatan masyarakat.
