Kumparan Logo

YLKI: Keluhan Konsumen Paling Banyak Disumbang dari Belanja Online

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
YLKI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
YLKI (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Pesatnya pertumbuhan marketplace pada tahun 2017 membuat perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada 12 Desember dirayakan besar-besaran. Masing-masing startup belanja online menyuguhkan berbagai produk dengan promo besar. Animo masyarakat yang tinggi ini ternyata menimbulkan keluhan.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, dari 71 laporan yang masuk pada Desember 2017, ada 33 aduan berasal dari belanja online atau sekitar 46%. Angka ini meningkat 40% dari tahun 2016 yang hanya 6 aduan.

Pengurus Bidang Pengaduan Hukum YLKI Abdul Baasith mengatakan, 46% aduan itu berasal dari 5 marketplace besar. Mereka adalah Lazada dengan 9 aduan, Shopee 3 aduan, Tokopedia 3 aduan, Akulaku 2 aduan, dan Blibli 2 aduan.

“Jenis keluhan mereka yang paling banyak adalah barang tidak dikirim sebanyak 17 aduan. Lalu sistem merugikan 6 aduan, refund tidak diproses 5 aduan, barang tidak sesuai 4 aduan, dan dugaan akun diretas 1 aduan,” kata Baasith di Kantor YLKI, Jakarta, Jumat (19/1).

Laporan Pengaduan Konsumen YLKI 2017 (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Laporan Pengaduan Konsumen YLKI 2017 (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)

Adapun jenis masalahnya seperti layanan komplain dan tidak lanjut, layanan barang, layanan sistem, dugaan penipuan, dan dugaan kejahatan siber.

Sementara itu, keluhan lain yang disampaikan konsumen yang masih berhubungan dengan Harbolnas adalah layanan jasa antar paket. YLKI mencatat ada sekitar 17 aduan atau sekitar 24%.

“Keluhanan paket yang tidak sampai atau barang cacat ini in line dengan banyaknya belanja online. JNE mendapatkan 59% pengaduan dari aduan jasa kiriman dengan keluhan terbanyak adalah barang belum sampai,” tegasnya.

Sisanya ada keluhan soal transportasi online 4 aduan, leasing 4 aduan, TV kabel 3 aduan, layanan medis, perumahan, undian, dan telekomunikasi masing-masing 2 aduan, makanan 1 aduan dan umrah & haji 1 aduan.