Zulhas Bakal Blusukan di Bali Usai Jokowi Dapati Harga Sembako Naik
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi memantau harga sembako di sejumlah pasar di Bali pada Kamis (2/2). Jokowi mendapati harga beras dan sejumlah sembako naik.
Satu hari usai kunjungan Jokowi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) terpantau mengunjungi Bali. Dia dijadwalkan memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Kreneng, Kota Denpasar, Sabtu (4/3).
"Besok ke pasar karena perintah Pak Presiden (memastikan stok) bahan pokok tersedia (dengan) harga terjangkau," kata Zulhas saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Jumat (3/2).
Zulhas mengaku harga sejumlah bahan pokok naik, di antaranya adalah beras. Kenaikan beras disebabkan beras yang digelontorkan Bulog ke pasar setara kualitas premium.
Para perantara atau pedagang menjual harga lebih mahal untuk mendapatkan keuntungan. Harga beras bulog Rp 8.300 per kilogram. Harga beras di pasar yang seharusnya Rp 9.540 per kilogram dijual di atas Rp 10.000 per kilogram.
"Jadi beras yang dikeluarkan Bulog, (harga) beras Bulog itu kan Rp 8.300 (per kilogram) harusnya sampai ke pasar itu Rp 9. 540, ada keuntungan yang di tengah sama pengecer, tapi sekarang kadang-kadang diambil besar karena berasnya bagus, dijual premium. Ini dipotong, ini saya mau cek besok,"katanya.
"Perintah Pak Presiden untuk mengelontorkan beras besar-besaran agar tidak ada perantara lagi,"sambungnya.
Pemerintah juga telah mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan. Yakni, mengelontorkan beras bulog secara masif, meningkatkan produksi Minyak Kita yang awalnya 300 ton sebulan menjadi 450 sebulan.
Selain itu, pemerintah pusat dan daerah berusaha memberikan subsidi ongkos pengiriman barang membantu memangkas distribusi pangan.
"Kita sudah rapat 2 kali dipimpin Pak Presiden langsung karena sembako ini, presiden kita sangat concern. kami selalu diminta bersungguh-sungguh bahkan minggu ini rapat sudah dua kali mengenai sembako ini,"
"Dan kadang Pak Presiden itu nelpon kadang bisa 3 kali sehari mengecek ya, karena beliau itu hapal, paham betul harga sembako. Ini jadi concern menyangkut hajat orang hidup banyak," katanya.
