Zulhas Minta Menteri PUPR Kebut Infrastruktur Penunjang Sail Tidore 2022
·waktu baca 2 menit

Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut persiapan gelaran Sail Tidore 2022 baru mencapai 70 persen. Pemerintah akan menghelat Sail Tidore 2022 pada 24 November 2022 hingga 29 November 2022 di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dengan sisa waktu kurang lebih satu bulan lagi, Zulhas meminta agar Kementerian PUPR mampu melakukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang Sail Tidore 2022.
"Sail Tidore 2022 baru 70 persen, peran Pak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono penting sekali," ujar Mendag Zulhas dalam acara Launching Sail Tidore 2022 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Selasa (11/10).
Ia berharap Sail Tidore 2022 dapat menjadi momentum pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca wabah pandemi COVID-19. Perhelatan ini sempat tertunda selama kurang lebih dua tahun. Sail Tidore 2022 merupakan rangkaian agenda Sail Indonesia ke-12 yang sudah dilakukan sejak tahun 2009.
"Alhamdulillah kita dapat me-launching kegiatan ini setelah tertunda dari tahun sebelumnya akibat pandemi," kata dia.
Menurut Zulhas, infrastruktur penunjang kegiatan ini belum memadai. Ia meminta agar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dapat membantu infrastruktur Sail Tidore 2022 yang mengusung tema Tidore Kota Warisan Dunia Perekat Bangsa-bangsa.
Tidak hanya itu, Mendag Zulhas menilai, jasa Tidore sangat besar bagi persatuan Indonesia. Hal ini terbukti dari peran Tidore menyatukan bangsa-bangsa yang tersebar luas di seluruh Nusantara.
Peran Tidore, lanjut dia, adalah tersebarnya kerajaan Islam di hampir seluruh Indonesia. Selain itu, Tidore juga berperan dalam penyebaran agama Kristen di Indonesia.
"Penyebaran agama Kristen di Papua dibawa oleh pasukan dari Tidore dan Ternate diantar. Ceritanya yang saya dengar dari teman termasuk Mendag Afrika Selatan," ungkapnya.
Lebih lanjut, seiring dengan masuknya bangsa Belanda untuk melakukan penjajahan, pembangunan di Tidore mulai tertinggal. Melihat hal ini, Zulhas tergerak agar Tidore dapat menjadi kota yang maju.
"Balas jasa kita yang mungkin tidak seimbang tapi penting. Pak Menteri PUPR dibantu agar sukses pak, jasa Tidore luar biasa, setelah Belanda masuk menjadi tertinggal," pinta Zulhas.
