Kumparan Logo

Zulhas Pamer Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: Kita Sudah Tidak Impor Beras

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri Town Hall 1 Tahun Kinerja Kemenko Pangan di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri Town Hall 1 Tahun Kinerja Kemenko Pangan di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memaparkan kinerja sektor pangan di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu pencapaiannya adalah berhasil menekan impor beras menjadi nol.

Zulhas menjelaskan, pada tahun sebelumnya yakni 2024, Indonesia masih melakukan impor beras sebesar 4,52 juta ton. Dengan demikian, penurunan impor beras berhasil mencapai 100 persen.

“Jadi kita sudah tidak impor (beras), tapi stoknya ada 3,8 juta ton. Oleh karena itu, Mentan sudah berani mengatakan sampai Desember kita tidak impor beras, artinya kita sudah swasembada pangan,” kata Zulhas dalam acara Town Hall 1 Tahun Kinerja Kemenko Pangan di Grha Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (21/10).

Untuk produksi beras periode Januari–November 2025, Zulhas memaparkan terdapat peningkatan sebesar 12,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Artinya, produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, dengan perkiraan produksi penuh tahun 2025 sebesar 34 juta ton.

Sementara itu, produksi jagung periode Januari–November 2025 meningkat 8,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Total produksi jagung hingga November 2025 mencapai 14,54 juta ton.

Zulhas juga menuturkan kesejahteraan petani turut meningkat, seiring lancarnya penyaluran pupuk subsidi serta kenaikan harga jagung dan gabah di tingkat petani.

“Terbukti, pertama harganya (gabah di tingkat petani) dinaikkan oleh Bulog. Keluar Inpres usulan Pak Mentan, beras jadi Rp 6.500. Cepat juga itu, satu minggu Inpres keluar. Biasanya harga beras Rp 6.000, di bawah (petani) Rp 5.000. Tengkulak-tengkulak luar biasa,” ujarnya.

Harga gabah di tingkat petani naik sekitar 30 persen, dari Rp 5.000 per kg pada 2024 menjadi Rp 6.500 per kg pada 2025.

Sementara harga jagung di tingkat petani naik sekitar 21 persen, dari Rp 4.521 per kg pada 2024 menjadi Rp 5.000 per kg pada 2025.

Ke depan, Zulhas akan mendorong optimalisasi produksi beras dan jagung. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan, terutama dalam pembukaan lahan dan penelitian varietas unggul.

“Kita perlu juga varietas-varietas baru, bibit-bibit yang unggul. Karena varietas (Indonesia) itu 20 tahun yang lalu belum ada yang baru. Bayangin, kita ketinggalan sebetulnya. Kenapa misalnya Vietnam bisa 10 ton, kita 5–6 ton? Tentu bibitnya, varietasnya. Itu perlu penelitian,” kata Zulhas.