Kumparan Logo

Zulhas Tepis Ada Penimbun Bikin Harga Beras Meroket: Memang Barangnya Enggak Ada

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengunjungi Pasar Bulu, di Semarang Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengunjungi Pasar Bulu, di Semarang Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menampik adanya spekulan atau penimbun cadangan beras yang bikin harga melambung.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut biang kerok melambungnya harga beras adalah kurangnya cadangan akibat jadwal panen yang mundur.

“Gak ada (spekulan), ya memang barangnya gak ada, gimana? barangnya (beras) belum panen,” kata Zulhas di Pasar Klender, Jakarta Timur pada Senin (28/2).

Zulhas bilang, beras yang saat ini harganya tidak ikut terkerek adalah beras dari Bulog, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pasokan beras pemerintah ini tersedia dan aman. Sehingga dia mengimbau masyarakat untuk beralih mengonsumsi beras besutan Perum Bulog tersebut.

Sedangkan untuk beras lokal, Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menuturkan, tingginya permintaan justru membuat harga kian melambung tinggi.

“Jadi berasnya banyak, harganya tidak naik, tapi beras yang disediakan Bulog, beras komersil Bulog dan beras subsidi (SPHP). Sementara beras lokal, panen kurang karena baru tanam, jadi kalau itu diminta terus pasti akan naik,” jelas Zulhas.

instagram embed

Salah seorang pedagang di Pasar Klender Jakarta Timur, Rosidah, menyebut sebagian konsumen memilih tetap membeli beras lokal daripada beralih ke beras Bulog SPHP.

Namun, dia juga tidak menampik adanya peningkatan yang cukup berarti dari pembelian beras Bulog, usai kenaikan harga beras lokal atau premium.

“Sebagian ada yang pindah (ke SPHP), tapi tetep (beras) lokal sih. Tapi Bulog banyak yang nanyain juga, biasanya jual cuman 5 (kemasan 5 kg), sekarang 10 sampai 20 (kemasan 5 kg),” kata Rosidah.

Rosidah bilang, kini dia menjual beras lokal atau premium Pandan Wangi dengan harga Rp 171.000 per 10 kg, dari sebelumnya Rp 165.000 per 10 kg, lalu beras premium lain merek Putri Cantik dijualnya dengan harga Rp 160.000 per 10 kg dari sebelumnya Rp 154.000 per 10 kg.

Dari sisi pasokan, berbeda dengan Zulhas yang menyebut stok kurang, Rosidah justru mengaku pihaknya tidak sulit untuk mendapatkan stok beras dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

“Kalau pasokan aman, gak langka dari (Pasar Induk) Cipinang, cuma harganya naik aja,” pungkas Rosidah.