Zulhas Tinjau Pasar di Makassar: Saya Bahagia, Harga Sembako Sangat Terkendali
·waktu baca 2 menit

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, memantau harga kebutuhan pokok di Pasar tradisional Pabaeng-Baeng, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, (6/11). Dalam kunjungannya, Zulhas mengaku senang harga bahan pokok di pasar tersebut berada di bawah harga rata-rata nasional.
"Saya bahagia pagi ini. Di sini ternyata harga-harga sembako sangat terkendali, bahkan harganya di bawah harga rata-rata nasional,” kata Zulhas melalui keterangan tertulis, Minggu (6/2).
Zulhas mengungkapkan, harga bahan pokok yang dijual di pasar Pabaeng-baeng termasuk termurah dibandingkan Pulau Jawa, di antaranya beras Bulog dan beras premium.
“Itu beras, itu Bulog Rp 9.000, di Jawa Rp 9.450. Di sini Rp 9.000. Ada beras premium tadi Rp 10.000, ada yang Rp 12.000. Jadi termasuk yang termurah di sini dibanding di Jawa,” ujar Zulhas.
Meski begitu, Zulhas menyebut harga yang murah tersebut bisa saja membuat para petani merugi. Ia mencontohkan harga cabai di Makassar yang saat ini berada di Rp 15.000.
"Dan yang buat saya surprise tadi cabai Rp 15.000. Tapi kalau Rp 15.000 itu kasihan petaninya, petaninya bisa tutup dia. Mestinya paling murah cabai itu Rp 30.000. Jadi petaninya bisa nanam lagi. Di sini Rp 15.000, kemurahan,” terang Zulhas.
Di sisi lain, harga bawang di Makassar terbilang mahal. Sebab, bahan pokok tersebut didatangkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Bawang, karena dia ambil dari Bima, di sini Rp 35.000, di Jawa Rp 30.000 karena dari Brebes. Tapi masih jauh lebih murah. Waktu saya belum jadi menteri Rp 80 ribu bawang, cabai Rp 120 ribu,” tutur Zulhas.
