Kumparan Logo

Zulhas Ungkap 14 Perusahaan Diperiksa Terkait Kasus Beras Oplosan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgas Pangan Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko beras di kawasan Pasar Induk Cipinang, Jakarta, pada Jumat (25/7/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Satgas Pangan Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko beras di kawasan Pasar Induk Cipinang, Jakarta, pada Jumat (25/7/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan saat ini Kepolisian tengah memeriksa 14 perusahaan terkait kasus beras oplosan.

Zulhas mengimbau pedagang ataupun produsen beras untuk tidak bermain-main. Sebab pemerintah akan menegakkan hukum sesuai dengan peraturan jika terbukti ada perusahaan yang melakukan tindakan curang dalam perdagangan beras ini.

“Banyak itu (perusahaan yang diperiksa Kepolisian akibat kasus beras oplosan), sudah ada 14 perusahaan. Kalau masih mau main-main, ini sudah 14 perusahaan diperiksa,” tutur Zulhas usai rapat soal beras oplosan di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (25/7).

Zulhas mengaku telah mendapatkan perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti temuan-temuan penyimpangan soal beras.

Dia kemudian mengumpulkan menteri dan sederet berjabat terkait untuk membahas permasalahan ini. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi, Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf, Bareskrim Polri, dan dari Kejaksaan Agung.

“Tadi kami rapat, bagi yang melanggar, yang melakukan penipuan, menjual tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan, maka harus dilakukan tindakan yang tegas. Jadi ini kalau masih mau main-main, ya siap-siap saja,” jelasnya.

Dia mengatakan arahan dari Prabowo sudah jelas, untuk menindaklanjuti secara hukum pelaku yang melakukan tindakan curang dalam urusan perberasan.

instagram embed

Zulhas juga mengimbau kepada pedagang untuk menjual harga beras sesuai dengan spesifikasi dan kualitas yang ada. Dengan demikian, beras yang sudah telanjur dioplos harus dijual dengan harga yang lebih murah.

Dia menegaskan pemerintah tidak akan mengimbau pedagang ataupun peritel menarik beras yang sudah berada di pasaran.

“Kalau masih ada yang berani mau main-main, jangan main-main, turunkan harga yang macam-macam itu. Enggak ditarik (dari peredaran). Turunkan harga sesuai isinya. Jangan berbohong,” tuturnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan berdasarkan investigasi gabungan Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Polri, terdapat 212 merek dari 268 merek yang melakukan praktik mengoplos beras. Dia juga memperkirakan, kerugian dari tindakan curang ini mencapai Rp 99 triliun.