Kumparan Logo

10 Momen Bersejarah dari Dekade ke Dekade Laga El Clasico

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerard Pique dan Sergio Ramos di sebuah laga El Clasico. Foto: AFP/Oscar Del Pozo
zoom-in-whitePerbesar
Gerard Pique dan Sergio Ramos di sebuah laga El Clasico. Foto: AFP/Oscar Del Pozo

Laga El Clasico jilid kedua akan tersaji di pekan ke-30 Liga Spanyol 2020/21. Duel ini akan digelar di Estadio Alfredo di Stefano, Minggu (11/4/2021) dini hari WIB.

Barcelona dan Real Madrid adalah dua tim terbesar di Spanyol. Mereka juga termasuk klub terbesar di Eropa dunia.

Rivalitas mereka sudah mengakar jauh selama puluhan tahun. Pertemuan kedua klub ini pun kerap menghasilkan duel-duel yang seru dan menegangkan.

Jelang pertandingan Real Madrid kontra Barcelona kali ini, kumparanBOLA akan menyajikan momen-momen bersejarah dalam duel kedua klub ini, dikutip dari beberapa sumber.

Guard of Honour Real Madrid - Barcelona 2008 Foto: Getty Images

Arti sebutan El Clasico

El Clasico, atau ‘Klasik’, adalah nama yang diberikan untuk setiap pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona. Ini awalnya hanya berlaku untuk pertandingan kedua tim di pentas domestik, namun sebutan tersebut terus digunakan untuk pertemuan mereka di kompetisi mana pun.

Hasil El Clasico

Barcelona memenangi El Clasico pertama dengan skor 3-1 pada tahun 1902. Sejak itu, kedua tim sudah bertemu sebanyak 278 kali. Barca berhasil mengemas 115 kemenangan, Madrid menang sebanyak 100 kali. Adapun 63 laga lainnya berakhir imbang.

1920-an: El Clasico Perdana di La Liga

El Clasico perdana di La Liga berlangsung pada bulan Februari 1929, hanya selang dua pekan setelah musim perdana La Liga. Saat itu, Stadion Les Corts milik Barcelona dipenuhi oleh cules yang percaya diri, tapi mereka akhirnya kecewa setelah Real Madrid menang 2-1 di pertandingan perdana.

Barca kemudian memenangi pertandingan 1-0 di kandang lawannya dan mendapatkan gelar La Liga perdananya. Akan tetapi kemenangan El Clasico perdana diperoleh tim ibukota.

Messi dan Ronaldo di laga El Clasico. Foto: REUTERS/Sergio Perez

1930-an: Real Madrid Raih Kemenangan Terbesar Dalam Sejarah El Clasico di La Liga

Pertandingan El Clasico di musim 1934/35 sangat luar biasa. Saat itu Barca menang 5-0 di Les Corts sebelum Real Madrid menang 8-2 di Chamartín.

Tim tuan rumah unggul 5-1 saat pertandingan baru berjalan setengah jam, membuat Pelatih Barca asal Hungaria, Ferenc Plattko meminta bola untuk diganti pada babak kedua karena ditakutkan adanya kecurangan! Namun, hal tersebut tidak mengubah keadaan di saat tuan rumah mencatatkan kemenangan El Clasico terbesar.

1940-an: Kelahiran El Clasico yang Kita Ketahui Sekarang?

Dapat dikatakan bahwa rivalitas El Clasico yang intens seperti saat ini berawal di era 1940-an. Hal ini terjadi sebagai imbas dari persaingan panas antara kedua tim.

Hal itu termasuk hasil seri dengan skor terbanyak dalam sejarah keduanya: 5-5 di Les Corts pada tahun 1943.

1950-an: El Clasico Jadi Laga Sepak Bola Spanyol Pertama yang Ditayangkan di Televisi

Sejarah terjadi pada tanggal 15 Februari 1959 saat El Clasico menjadi pertandingan sepak bola pertama yang ditayangkan di televisi Spanyol. Terjadi perebutan teknologi teranyar saat itu.

Jelang pertandingan, perangkat TV terjual secara cepat di kedua kota. Real Madrid, tim yang saat itu berisikan pemain hebat seperti Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas, menang 1-0 di Bernabeu, tetapi tidak mampu menghalangi Barcelona memenangkan gelar La Liga pertama mereka dalam tujuh tahun.

Lionel Messi di laga El Clasico. Foto: Reuters/Susana Vera

1960-an: Di Stefano terus menghantui Barcelona

Legenda Argentina tersebut masih menjadi pencetak gol El Clasico terbanyak di La Liga bagi Real Madrid. Ia pun terus meneror Barcelona setelah mereka mengira telah mengalahkan Real Madrid untuk merekrutnya pada tahun 1953.

Alfredo Di Stefano mencatatkan 14 gol dalam 20 pertandingan, termasuk dua gol yang berkesan pada kemenangan 5-3 di Camp Nou yang baru saja diresmikan pada bulan Desember 1960 dan menandai periode dominasi bagi Los Blancos.

1970-an: Johan Cruyff membalikkan keperkasaan Barcelona

Kedatangan Johan Cruyff sebagai pemain Barcelona pada tahun 1974 membuat keseimbangan El Clasico pindah ke Catalan. Performa pemain Belanda tersebut pada kemenangan El Clasico 5-0 di Bernabeu masih menjadi perbincangan hingga saat ini.

El Salvador menginspirasi Barca untuk menjuarai gelar La Liga musim itu. Akan tetapi yang terpenting ia membentuk filosofi sepak bola menyerang yang membentuk identitas klub hingga saat ini.

1980-an: Generasi Quinta del Buitre Real Madrid Juara 5 Kali Beruntun

Los Blancos belum memenangkan gelar La Liga selama enam tahun saat mereka bertemu Barcelona di Bernabeu pada bulan Maret 1986. Kemenangan 3-1 yang golnya dicetak ikon klub, Jorge Valdano dan Emilio Butragueno, membawa gelar La Liga bagi Real Madrid, memulai era dominasi yang tak tertandingi hingga akhir dekade.

Generasi yang disebut sebagai Quinta del Buitre itu berisikan pemain dari akademi klub seperti Butragueno, Míchel, dan Manuel Sanchís dan memenangkan gelar La Liga dari tahun 1986 hingga 1990. Sebuah dominasi yang hanya mampu dipecahkan oleh Johan Cruyff.

Barcelona meraih trofi Copa del Generalisimo usai menundukkan Real Madrid di El Clasico 1968. Foto: Dok. Sport

1990-an: Manitas Serba Bisa

Kembalinya Cruyff ke Barcelona sebagai pelatih mendorong lahirnya ‘Dream Team’. Tim itu sukses memenangkan empat gelar LaLiga berturut-turut dari tahun 1991 hingga 1994.

Kisah El Clasico di era 1990-an akan selalu diingat akan dua pertandingan ikonik: kemenangan 5-0 Barca di Camp Nou dimana Romario dan pelatih tim saat ini, Ronald Koeman menjadi pencetak gol di tahun 1994; Real Madrid kemudian membalaskan dendamnya dengan skor serupa selang 12 bulan berkat gol dari salah satu pelatih Barca di masa depan, Luis Enrique!

2000-an: Ronaldinho Menaklukkan Bernabeu

El Clasico pada bulan November 2005 di Santiago Bernabeu menandakan pertandingan bersejarah. Barcelona membuka keunggulan, tapi aksi Ronaldinho baru saja dimulai.

Pada awal babak kedua, pemain Brasil tersebut berlari dari sisi lapangan timnya, melewati tekel Sergio Ramos dengan mudah, menggocek Ivan Helguera, melewati Roberto Carlos, dan akhirnya membobol gawang Iker Casillas. 15 menit kemudian ia kembali melewati Ramos dan menundukkan Casillas untuk kemenangan 3-0. Penggemar di Bernabeu memiliki reaksi yang tak terduga, dengan memberikan standing ovation bagi penampilannya yang bersejarah.

Duel El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona. Foto: REUTERS/Albert Gea

2010-an: Messi Tinggalkan Jejaknya di Bernabeu

Lionel Messi adalah pencetak gol El Clasico terbanyak sepanjang sejarah di La Liga. Pengaruhnya dalam pertandingan tersebut masih terasa hingga saat ini.

Meskipun sulit untuk mencari satu penampilan yang ikonik, tidak ada yang mengalahkan momen dalam El Clasico akhir-akhir ini dari gol di waktu tambahan saat Barca menang 3-2 di Bernabeu tahun 2017. Foto Messi memegang seragamnya di hadapan penggemar di Bernabeu akan selalu dikenang oleh penggemar sepak bola.

2020-an: El Clasico di era COVID-19

Duel El Clasico pada musim 2020-21 jilid kedua di La Liga ini akan digelar tak beda dari jilid pertama. Tak akan ada penonton yang menyaksikan secara langsung di stadion.

Hal ini tak lepas dari adanya pandemi COVID-19. Entah sampai kapan situasi ini berlanjut. Real Madrid berhasil memenangi El Clasico perdana musim ini dengan skor 3-1 di Camp Nou.

****

embed from external kumparan