Kumparan Logo

17 Klub Super League Lolos Club Licensing, Kecuali PSBS Biak

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PSBS Biak saat berlaga di Super League 2025/2026. Foto: Instagram/@psbsofficial
zoom-in-whitePerbesar
PSBS Biak saat berlaga di Super League 2025/2026. Foto: Instagram/@psbsofficial

I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/26 sebagai bagian dari komitmen peningkatan profesionalisme dan tata kelola klub sepak bola Indonesia sesuai regulasi nasional maupun standar AFC. PSBS Biak jadi satu-satunya tim Super League yang tak lolos.

Pengumuman ini digelar pada jumpa pers di Kantor I.League, Rabu (13/5) sore WIB. Hadir dalam jumpa pers Direktur Bisnis & Komersial I.League Sadikin Aksa, Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra dan Ketua Komite Club Licensing Essy Asiah.

Dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26, klub-klub peserta menjalani evaluasi menyeluruh terhadap lima aspek utama, yakni sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.

Pesepak bola Persija Jakarta Allano Brendon De Souza Lima (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Frans Dhia Jirjis Putros (kanan) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO

Untuk kategori lisensi ACL 2, sebanyak 8 klub dinyatakan Granted dan 8 klub lainnya memperoleh status Granted with Sanctions. Klub yang mendapatkan status Granted adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Sementara klub dengan status Granted with Sanctions adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara. Adapun PSBS Biak tidak lolos.

"Nah, untuk lisensi Super League, saya bicara based on point of view dari klub yang ada sekarang ya, dari 18 klub yang menjalani kompetensi, ada 17 klub yang Granted Super League. Satunya tidak, adalah PSBS Biak. Jadi 17-nya teman-teman bisa hitung sendiri di Super League Indonesia. Kalau boleh disebutkan nama-nama klub yang tidak tahu sendiri. Itu yang Super League," terang Asep.

"Nah, lisensi Super League ini sebetulnya tidak 17 saja yang dapat. Ada hal yang informasi yang menarik. Kan tadi saya sampaikan, lisensi Super League ini akan menjadi SIM, tiket untuk berkompetisi di musim yang akan datang. Maka kita sampaikan juga di awal kepada klub-klub Championship [Liga 2]. Klub-klub Championship jikalau kalian promosi ke Super League tahun depan, maka kalian harus mengambil lisensi Super League," tambahnya.

Sedangkan, pada lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status Granted, termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 yang secara otomatis juga memenuhi persyaratan lisensi Super League, serta 9 klub lainnya yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

I.League saat jumpa pers Club Licensing 2025/26 di Jakarta, Rabu (13/3). Foto: Azrumi El/kumparan

Asep Saputra juga menyampaikan bahwa proses club licensing merupakan bagian penting dalam mendorong klub untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan keberlanjutan pengelolaan klub di Indonesia.

“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujarnya.

"Club Licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial. Proses Club Licensing 2025/26 juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub agar implementasi standar AFC dapat berjalan lebih baik dari musim sebelumnya. Kami berharap langkah ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas kompetisi dan perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya," tambah Essy Asiah

I.League juga berharap hasil Club Licensing Cycle 2025/26 dapat menjadi motivasi bagi seluruh klub untuk terus melakukan pengembangan di berbagai aspek demi mendukung peningkatan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia ke depan.