Bola & Sports
·
18 Maret 2020 13:49

2 Laga, 14 Penyelamatan: Sambutlah Teja Paku Alam

Konten ini diproduksi oleh kumparan
2 Laga, 14 Penyelamatan: Sambutlah Teja Paku Alam (54147)
Teja Paku Alam, kiper Persib Bandung. Foto: dok. Media Persib
Kalau sesuatu cuma terjadi satu kali, orang-orang bisa menyebutnya sebagai kebetulan. Kalau dua kali, orang-orang akan menuntut yang ketiga. Nah, ini adalah kali ketiga bagi Teja Paku Alam memimpin daftar penyelamatan terbanyak Liga 1.
ADVERTISEMENT
Yang pertama dia catatkan bersama Sriwijaya FC pada Liga 1 2018. Waktu itu, jumlah penyelamatan Teja mencapai angka 110. Yang kedua terjadi tepat pada musim berikutnya bersama Semen Padang dengan 96 penyelamatan.
Yang ketiga bersama Persib Bandung di Liga 1 2020. Musim memang baru dimulai, sih. Baru tiga pekan tepatnya. Namun, jumlah penyelamatan Teja sudah terbilang mencengangkan: 14 penyelamatan!
Jumlah itu berada di atas Annas Fitranto (Persita Tangerang) dengan 11 penyelamatan, Hilmansyah (PSM Makassar) 10 penyelamatan, Galih Pratama (Persik Kediri) serta Reky Rahayu (Persela Lamongan) dengan 9 penyelamatan.
See?
2 Laga, 14 Penyelamatan: Sambutlah Teja Paku Alam (54148)
Teja Paku Alam tampil apik saat Persib melawan Arema FC. Foto: dok. Liga Indonesia
Perlu diingat bahwa meski liga sudah berjalan tiga pekan, Teja cuma terlibat pada laga Persib melawan Persela dan Arema FC. Di laga-laga itu timnya menang 3-0 dan 2-1. Menghadapi PSS Sleman yang skor akhirnya 2-1, Teja absen karena cedera.
ADVERTISEMENT
Itu berarti Teja baru bobol sekali. Lebih jauh, rata-rata penyelamatannya adalah 7 kali per pertandingan. Dari sini bisa dibilang bahwa keberadaan Teja amat penting terhadap capaian Persib yang memimpin klasemen Liga 1 sejauh ini.
Kamu boleh tak kaget dengan catatan tersebut, terutama karena performa apik Teja pada dua musim terakhir. Walau begitu, secara keseluruhan apa yang ditunjukkan Teja bersama Persib berbeda dengan capaian dia musim-musim sebelumnya.
Yang paling mencolok adalah pengambilan keputusannya. Saat masih di Sriwijaya, misalnya, Teja cukup sering salah mengambil keputusan. Terkadang dia tampak seperti bingung hendak menangkap atau justru menghalau bola.
Hal demikian membuat blunder beberapa kali terjadi. Salah satunya saat melawan Arema pada putaran kedua Liga 1 2018. Kala itu, Teja gagal menangkap terobosan seorang pemain sehingga bola direbut dan diteruskan oleh Ridwan Tawainella menjadi gol.
ADVERTISEMENT
Video
Gambaran macam itulah yang barangkali menjadi alasan mengapa Teja mampu melakukan banyak penyelamatan, tetapi pada saat bersamaan kebobolan banyak gol. Tak heran bila kemudian tim-tim yang dia bela terdegradasi begitu musim berakhir.
Kalau ada yang bisa dimaklumi, itu adalah kurangnya kualitas para pemain yang mengawal dia di barisan pertahanan. Dengan begitu, Teja seakan berjuang ekstra keras karena pertahanan timnya cenderung gampang ditembus.
Hal seperti itu tak dialami Teja saat menjadi bagian Persib. Di Persib, dia benar-benar dikawal oleh para bek kokoh. Ada Nick Kuipers, Fabiano Beltrame, hingga Victor Igbonefo. Jangan lupakan bek-bek sayap macam Supardi dan Ardi Idrus.
Keberadaan mereka membuat Teja sedikit dimudahkan ketimbang sebelumnya. Dia pun bisa bermain lebih tenang dan tak melakukan kesalahan. Melawan Persela dia membukukan lima penyelamatan, sedangkan dalam laga melawan Arema ia menciptakan sembilan penyelamatan.
2 Laga, 14 Penyelamatan: Sambutlah Teja Paku Alam (54149)
Teja Paku Alam mulai berlatih bersama Persib Bandung. Foto: dok. Media Persib
Satu lagi, Teja juga terbantu oleh Luizinho Passos selaku pelatih kiper. Bisa dibilang, sosok inilah yang secara teknis membuat Teja lebih berkembang. Tak cuma perkara mengambil keputusan, tetapi juga atribut lain macam cara menguasai bola dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
Kehadiran Passos sendiri bahkan diakui oleh Robert Alberts, juru taktik Persib. Eks pelatih PSM Makassar ini menyebut bahwa Passos memberi dampak yang tak sedikit terhadap kiper-kiper yang dimiliki timnya.
Bukan pujian yang berlebihan karena sebelumnya Passos memang punya riwayat mentereng. Di Borneo FC, dia berhasil mengorbitkan kiper-kiper yang kini jadi langganan Timnas Indonesia seperti Muhammad Ridho dan Nadeo Argawinata.
"Jangan lupa, Persib punya salah satu pelatih kiper terbaik saat ini. Luiz, dia pindah dari Borneo FC. Dia bisa mengembangkan potensi kiper yang kita miliki," ucap Alberts saat menyinggung performa Teja usai laga melawan Arema.
Ngomong-ngomong soal Alberts, jelang musim dimulai dia sempat berujar bahwa tim yang memenangi liga adalah mereka yang punya pertahanan kokoh. Lewat keberadaan Teja, Persib sudah memenuhi spesifikasi tersebut.
ADVERTISEMENT