Kumparan Logo

22 Oktober 2016, Kali Terakhir Kali AC Milan Benamkan Juventus

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, diadang oleh pemain AC Milan, Theo Hernandez. Foto: REUTERS/Massimo Pinca
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, diadang oleh pemain AC Milan, Theo Hernandez. Foto: REUTERS/Massimo Pinca

AC Milan dan Juventus adalah dua tim tradisional di kompetisi Serie A. Namun, dalam beberapa musim terakhir, ketimpangan terjadi di antara keduanya.

Dalam delapan pertemuan terakhir Milan dan Juventus pada semua ajang, Milan tidak pernah meraih kemenangan. Jangankan kemenangan, Milan juga tidak pernah meraih hasil imbang. Semuanya berakhir dengan kekalahan.

Catatan ini membuat Milan dianggap inferior dari Juventus. Rossoneri seolah kehilangan kekuatan untuk menyulitkan Bianconeri, sesuatu yang kerap mereka lakukan di masa lampau.

Lalu, kapan terakhir kali Milan menundukkan Juventus? Merunut catatan pertemuan keduanya, dilansir EuroRivals, terakhir kali Milan mengalahkan Juventus dalam ajang Serie A yag dihelat pada 22 Oktober 2016.

Siapa menang kali ini? Foto: AK Bijuraj/Getty Images

Bagaimana jalannya laga tersebut? Seperti apa atmosfer yang tercipta kala itu?

***

Bergerak ke 22 Oktober 2016, ketika itu AC Milan menjamu Juventus di Stadion San Siro dalam ajang Serie A 2016/17. Milan menghadapi laga ini dengan pesimisme.

Bagaimana tidak, dalam enam pertemuan terakhir (sebelum laga ini) di semua ajang, Milan hanya sekali mengalahkan Juventus. Sisanya, Milan tumbang dalam lima laga, salah satunya dengan skor cukup mencolok, yakni 1-3.

Namun, di hadapan kurang lebih 75.000 penonton yang hadir di San Siro, Milan tampil menggila. Menyoal dominasi, mereka memang kalah dari Juventus. Aliran bola benar-benar dikuasai oleh tim asal Turin tersebut.

Dari segi penguasaan bola, Juventus unggul atas Milan dengan persentase 58% berbanding 42%. Perkara tembakan yang dilepaskan, Juventus juga dominan atas Milan dengan total 22 tembakan berbanding 8 tembakan.

video youtube embed

Apiknya, Milan mampu menahan semua gempuran tersebut. Lini pertahanan mereka yang digalang Alessio Romagnoli dan Gabriel Paletta tampil begitu rapat. Memang masih ada ruang yang tercipta di situ, namun itu bukanlah ruang yang menguntungkan.

Juventus banyak dipaksa untuk melepaskan sepakan-sepakan yang tidak enak. Alhasil, sepakan-sepakan itu tidak ada yang mengarah ke gawang. Jikapun mengarah ke gawang, Gianluigi Donnarumma mampu menghalaunya dengan baik.

Bicara penampilan Donnarumma, penjaga gawang asal Italia ini memang tampil mumpuni di laga itu. Ia menorehkan total 3 kali penyelamatan penting. Alhasil, keperawanan gawang Milan terjaga di laga ini. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain mati kutu.

Sedangkan dari sisi penyerangan, Milan mampu tampil efektif di laga ini. Memang, total 8 tembakan mencerminkan bahwa mereka jarang menyerang. Namun, sekali mereka menyerang, akan ada bahaya yang tercipta.

Pemain Juventus, Dybala saat beraksi melawan pemain dari AC Milan, Mateo Musacchio. Foto: Reuters/Massimo Pinca

Puncaknya terjadi pada menit 65. Bermula dari manuver Suso di sisi kanan pertahanan Juventus, Manuel Locatelli yang menerima bola sodoran Suso sukses menceploskan bola ke gawang Juventus. Sepakannya gagal dihalau oleh Gianluigi Buffon.

Hingga laga tuntas, Milan berhasil mempertahankan keunggulan ini. Mereka menang 1-0, dan kekalahan ini jadi satu dari lima kekalahan yang didapatkan Juventus di ajang Serie A 2016/17.

Intinya, dalam laga tersebut, pertahanan Milan yang kuat serta penyerang yang efektif patut mendapatkan pujian. Donnarumma juga harus diapresiasi karena ia banyak melakukan penyelamatan gemilang di laga tersebut.

***

Kini, Milan akan berhadapan lagi dengan Juventus dalam leg pertama babak semifinal Coppa Italia 2019/20. Situasi Milan jelang menghadapi laga ini kurang lebih sama dengan situasi jelang laga pada Oktober 2016 silam.

Pemain Juventus Cristiano Ronaldo berusaha melewati hadangan pemain AC Milan di Stadion Juventus Allianz, Turin. Foto: AFP/Marco Bertorello

Milan datang ke laga ini sebagai tim yang inferior. Dari enam pertemuan terakhir kedua tim di semua ajang (sebelum laga leg pertama semifinal Coppa Italia ini), Milan tidak pernah menang atas Juventus.

Namun, keajaiban akan selalu ada. Potensi untuk membuat kejutan selalu terbuka. Pertanyaannya, mampukah AC Milan mengulangi momen indah lawan Juventus seperti pada Oktober 2016 silam?