4 Biang Kerok Kekalahan Inter Milan dari Bayern Muenchen

8 September 2022 9:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemain Bayern Muenchen Matthijs de Ligt duel dengan pemain Inter Milan Marcelo Brozovic pada pertandingan Liga Champions Grup C di San Siro, Milan, Italia, Rabu (7/9/2022). Foto: Daniele Mascolo/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Bayern Muenchen Matthijs de Ligt duel dengan pemain Inter Milan Marcelo Brozovic pada pertandingan Liga Champions Grup C di San Siro, Milan, Italia, Rabu (7/9/2022). Foto: Daniele Mascolo/Reuters
ADVERTISEMENT
Inter Milan harus menerima kekalahan atas Bayern Munchen pada babak penyisihan Grup C Liga Champions 2022/23, Kamis (8/9). Berduel di Stadion San Siro, Nerazzurri menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri usai kalah dengan skor 0-2.
ADVERTISEMENT
Gol-gol kemenangan Bayern Muenchen dihasilkan melalui Leroy Sane pada menit ke-25 dan bunuh diri dari Danilo D’Ambrosio di menit 66.
Walau tampil sebagai tuan rumah, Inter cukup kesulitan menguasai laga. Justru tim tamulah yang dominan dengan penguasaan mencapai 56 persen.
Kira-kira siapa saja biang kerok kekalahan Inter Milan pada laga ini? Mengutip Sofascore berikut kumparan sajikan datanya.

1. Danilo D’Ambrosio

Reaksi Lautaro Martinez dan Danilo D'Ambrosio dari Inter Milan saat melawan Bayern Muenchen pada pertandingan Liga Champions Grup C di San Siro, Milan, Italia, Rabu (7/9/2022). Foto: Daniele Mascolo/Reuters
Kapten 33 tahun itu cukup hilang arah pada laga ini. Terutama selepas gol bunuh dirinya di pertengahan babak kedua.
Ia hanya dua kali menang duel dari delapan momen yang ada. Umpan silangnya pada laga ini juga tak satu pun menemui sasaran.
Adapun D’Ambrosio tercatat sekali melepaskan bola ke arah gawang lawan, sayangnya itu bisa diantisipasi dengan baik oleh Manuel Neuer. D’Ambrosio pun diberi rating paling rendah yakni 6,2.
ADVERTISEMENT

2. Denzel Dumfries

Pemain Inter Milan Denzel Dumfries beraksi saat hadapi Fiorentina di San Siro, Milan, Italia, Sabtu (19/3/2022). Foto: Jennifer Lorenzini/REUTERS
Pemain kelahiran Belanda ini tampil kurang efektif selama 72 dirinya dimainkan. Akurasi umpannya juga tergolong rendah yakni hanya 58 persen saja.
Pantas jika ia sering kehilangan bola pada laga tersebut sebanyak 16 kali. Sebagai winger ia tak berhasil memanjakan pemain depan dengan umpan silangnya, sebab tidak ada satu pun yang akurat. Ini menyebabkan Dumfries hanya dikasih rating 6,4 pada laga itu.

3. Joaquin Correa

Selebrasi pemain Inter Milan Joaquin Correa usai mencetak gol ke gawang Hellas Verona pada pertandingan Liga Italia di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, Verona, Italia. Foto: Daniele Mascolo/REUTERS
Pemain asal Argentina ini turun dari bangku cadangan pada menit ke-71 menggantikan Edin Dzeko. Akan tetapi, perannya tak banyak pada laga ini.
Ia telah membuang satu peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol. Lalu ia juga hampir selalu kalah dalam duel dengan pemain lawan, praktis hanya sekali Correa menang.
ADVERTISEMENT
Correa juga minim sentuhan bola, terhitung hanya 12 kali ia menguasai bola selama 19 menit dirinya hadir di lapangan. Pergerakannya yang mudah dibaca sebagai sosok striker itu sangat wajar jika ia hanya memperoleh rating 6,1 pada kesempatan ini.

4. Hakan Calhanoglu

Selebrasi pemain Inter Milan Hakan Calhanoglu usai mencetak gol ke gawang Juventus pada pertandingan lanjutan Liga Italia di Allianz Stadium, Turin, Italia. Foto: Filippo MONTEFORTE / AFP
Hakan Calhanoglu disebut sebagai gelandang tengah terburuk pada laga tadi. Walau akurasi umpannya sangat baik, namun ia sering kalah duel di lini tengah dan itu sangat berbahaya.
Calhanoglu kalah duel krusial sebanyak lima kali selama 81 menit dirinya bermain. Upaya dribelnya juga tak satu pun berbuah manis.
Tembakan mengancamnya hanya sekali pada laga ini, namun itu berhasil dihalau oleh bek lawan. Berdasarkan catatan tersebut, Calhanoglu disematkan rating 6,6 karena performanya dinilai belum maksimal.
ADVERTISEMENT