4 Bukti Kelana & Luah Mahessa Tak Bisa Dipisahkan di Lapangan Hijau

Kelana Noah Mahesa dan Luah Fynn Jeremy Mahesa adalah dua amunisi baru Timnas Indonesia U-19. Keduanya adalah pemain blasteran Indonesia-Jerman dan merupakan saudara kandung.
Dua kakak-adik ini mendapat undangan dari pelatih Shin Tae-yong untuk bergabung dengan skuat 'Garuda Muda' dalam pemusatan latihan di Kroasia sejak Minggu (18/10) lalu.
Mahesa bersaudara yang baru bergabung latihan mulai Senin (19/9), langsung mendapatkan kesempatan debut dalam laga uji coba Timnas U-19 melawan tim Kroasia, Hajduk Split, Selasa (20/10) sore.
Di lapangan hijau, Kelana dan Luah tak bisa dipisahkan. Selain menjalani kareir sepakbola secara berbarengan, keduanya juga identik dalam beberapa hal. Berikut 4 fakta kebersamaan mereka.
1. Main di klub yang sama
Kelana dan Luah sama-sama sedang memperkuat Bonner SC, klub divisi keempat Liga Jerman yang berlaga di Regionalliga West.
Kelana yang memulai kariernya di tim junior FC Koln, bergabung dengan Bonner SC U-19 pada pertengahan 2018. Barulah pada Juli 2020, pemain bertinggi badan 182 cm itu bergabung dengan tim senior. Saat ini, Kelana sudah mendapatkan kontrak profesional selama dua tahun.
Sementara sang adik, Luah Jeremy, baru berseragam Bonner SC U-19 di musim 2020/21 setelah sebelumnya membela DJK Sudwest Koln.
2. Main di posisi serupa
Baik Kelana maupun Luah sama-sama bermain di lini tengah sebagai gelandang. Posisi utama Kelana adalah gelandang bertahan.
Dalam laga debutnya bersama Timnas Indonesia U-19 vs Hajduk Split, ia diturunkan bersama Witan Sulaeman, Beckham Putra, dan Mochammad Supriadi.
Bisa dibilang, Kelana adalah gelandang serba bisa. Pemain 19 tahun ini dapat ditempatkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun gelandang serang.
Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, mengatakan meski keduanya bermain sebagai gelandang, tipe permainannya cukup berbeda. Nil menyebut Kelana lebih cenderung bertahan, sementara Luah cekatan dalam membantu serangan.
3. Pernah trial di Persela bersama
Tahun lalu, jelang dibukanya transfer putaran kedua Liga 1 2019, Kelana dan Luah sempat menjalani trial bersama Persela Lamongan. Kedua pemain muda itu mencoba peruntungannya di Indonesia, meski saat itu memiliki peluang untuk berkarier di Jerman.
Saat itu, Nilmaizar hanya memberikan waktu dua hari bagi keduanya untuk unjuk gigi. Kepada kumparan, Rabu (21/10), Nil menyatakan Kelana dan Luah bisa saja mengisi skuat Laskar Joko Tingkir, tetapi mereka masih terikat kontrak dengan klubnya di Jerman.
"Jadi kami putuskan, mereka selesaikan kontrak mereka di klub Jerman dan kalau ingin datang ke Persela lagi, ya, monggo," kata Nil.
4. Lakoni debut timnas di hari yang sama
Kelana dan Luah melakoni debutnya bersama 'Garuda Muda' dalam kemenangan 4-0 Timnas U-19 atas Hajduk Split U-19 di Stadion Sloga Mravince, Selasa (20/10).
Dalam pertandingan itu, Kelana bermain sebagai starter. Selama 67 menit, ia tampil cukup baik di lini tengah bersama Beckham Putra Nugraha. Sang adik, Luah Mahesa, baru diturunkan pada menit ke-64 menggantikan Irfan Jauhari.
Pelatih Timnas U-19, Shin Tae-yong, mengaku cukup puas dengan penampilan keduanya. Bahkan pelatih asal Korea Selatan itu memberikan pujian untuk Kelana.
“Untuk dua pemain baru yakni Kelana Mahesa dan Luah Mahesa saya rasa mereka bermain cukup baik, terutama Kelana," ungkap Shin Tae-yong.
Penulis: Jodi Hermawan
