4 Klub Afsel Dibekukan Seumur Hidup: Satu Laga, Cetak 41 Gol Bunuh Diri!

10 Juni 2022 15:47
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Fans Sepak Bola (Ilustrasi) Foto: Reuters/Amr Abdallah Dalsh
zoom-in-whitePerbesar
Fans Sepak Bola (Ilustrasi) Foto: Reuters/Amr Abdallah Dalsh
ADVERTISEMENT
Kasus pengaturan skor baru-baru ini terjadi di Benua Afrika. Perkara memalukan itu diketahui terjadi di divisi empat Liga Afrika Selatan.
ADVERTISEMENT
Diwartakan Goal International, skandal tersebut disebabkan karena adanya perebutan takhta juara liga. Dilaporkan ada empat klub yang terlibat kasus pengaturan skor.
Adalah Matiyasi FC, Shivulani Dangerous Tigers, Kotoko Happy Boys, dan Nsami Mighty Birds yang teridentifikasi melakukan perbuatan tercela. Alhasil, empat klub tersebut harus menerima konsekuensi berat dari pengadilan setempat.
"Empat klub yang terbukti melakukan pengaturan skor akan menerima hukuman berat. Empat klub yang berlaga di divisi empat Liga Afrika Selatan itu bakal dibekukan seumur hidup," tulis laporan Goal International.
Dalam laporan yang sama menyebutkan, kasus pengaturan skor terkuak begitu cepat lantaran tidak masuk akalnya jumlah gol yang terjadi di dalam satu laga. Tercatat, ada 94 gol yang tercipta dalam dua pertandingan terakhir divisi empat Liga Afrika Selatan.
ADVERTISEMENT
Dilaporkan ada dua tim yang memiliki perolehan gol di atas tiga digit, yakni Shivulani Dangerous Tigers dan Matiyasi FC. Shivulani Dangerous Tigers diketahui menang 33-1 atas Kotoko Happy Boys. Sementara, Matiyasi FC menang telak 59-1 atas Nsami Mighty Birds.
Lebih parahnya lagi, dari total 94 gol yang tercipta, hampir setengahnya tercipta akibat gol bunuh diri. Tercatat, 41 gol bunuh diri diciptakan oleh bek tim lawan yang mengalami kekalahan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Gol-gol yang terjadi di dua laga itu sungguh tak masuk akal. Sangat wajar bila akhirnya pemerintah setempat melakukan investigasi terhadap empat klub tersebut," lanjut laporan Goal International.
Di lain sisi, Presiden wilayah Mopani, Vincent Ramphago, mengaku telah menemukan awal mula terciptanya insiden pengaturan skor. Ramphago mengungkap, ada dua tim yang berniat menjegal pemuncak klasemen divisi empat Liga Afrika Selatan, yakni Shivulani Dangerous Tigers.
ADVERTISEMENT
Matiyasi FC yang saat itu tertinggal tiga angka dari Shivulani Dangerous Tigers akhirnya melakukan kesepakatan dengan Nsami Mighty Birds untuk melakukan 'sepak bola gajah'.
Mafia Bola (ilustrasi) Foto: Basith Subastian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mafia Bola (ilustrasi) Foto: Basith Subastian/kumparan
Sementara, ketika pengaturan skor terjadi di laga Matiyasi FC dan klub tersebut unggul 22-0 atas Nsami Mighty Birds, Shivulani Dangerous Tigers mencium kecurangan tersebut. Alhasil, Shivulani Dangerous Tigers akhirnya mengikuti jejak yang dilakukan Matiyasi FC.
"Kami telah melakukan penyelidikan, pengaturan skor bermula dari ide Matiyasi FC. Kemudian, Shivulani Dangerous Tigers yang tak terima dengan kejadian tersebut akhirnya memutuskan untuk berkolusi dengan Kotoko Happy Boys dan melakukan hal serupa," ungkap Ramphago.
Ramphago menyatakan siapa pun yang melihat skor tersebut akan merasa heran lantaran hanya ada dua laga yang berakhir dengan skor fantastis. Padahal, pada pertemuan pertama, Matiyasi FC hanya bisa menang 2-1 atas Nsami Mighty Birds dan Shivulani Dangerous Tigers hanya bisa bermain imbang 2-2 dari Kotoko Happy Boys.
ADVERTISEMENT
Alhasil, karena skandal tersebut, tak hanya klub yang dibekukan. Para pemain dan ofisial tim terkena skors selama lima musim ke depan dan tidak boleh berpartisipasi di ajang sepak bola.
"Tidak ada rasa hormat terhadap sepak bola. Kami tidak bisa membiarkan hal memalukan seperti itu terulang di masa depan. Jadi, kami akan menskors para pemain dan ofisial tim selama lima hingga delapan musim ke depan," pungkas Ramphago.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020