4 Kontroversi Diego Maradona: Gol Tangan Tuhan, Biang Tawuran

Diego Maradona adalah salah satu tokoh paling berharga yang pernah dimiliki dunia sepak bola. Dia merupakan ikon, dia adalah legenda.
Namun, Maradona kini telah berpulang. Serangan jantung menjadi penyebab kematiannya pada Rabu (25/11) malam WIB.
Gajah mati meninggalkan gading, Maradona wafat mewarisi cerita. Segudang cerita. Tak cuma tentang prestasi, tetapi juga kontroversi. Dua hal itulah yang mewarnai perjalanan karier sepak bola pria kelahiran 30 Oktober 1960 itu.
Pada stori ini, kumparanBOLA memaparkan 4 kontroversi Diego Maradona. Silakan disimak.
1) Diego Maradona memicu tawuran di laga Barcelona
Kenang-kenangan dari Diego Maradona untuk Barcelona bukan cuma tiga trofi juara. El Diego juga memberi kenangan tak terlupakan dalam sisi negatif.
Maradona pernah bikin ulah dalam laga final Copa del Rey 1984 di Santiago Bernabeu. Laga yang sudah panas, dibikin tambah panas. Kala itu, Barcelona melawan Athletic Bilbao. Blaugrana kalah 1-0.
Menurut cerita yang terpapar di ABC.es, usai wasit Angel Franco Martinez meniup peluit akhir tanda rampungnya laga, Javier Clemente selaku pelatih Bilbao bangkit dari bench untuk merayakan kesuksesan baru bersama timnya.
Nah, Maradona yang frustrasi lalu terlibat perkelahian dengan beberapa pemain Bilbao. Tidak lama setelah itu, terciptalah tawuran antarpemain dan suporter yang terprovokasi memperkeruh suasana dengan melempar barang ke lapangan.
Itu adalah laga terakhir Maradona bersama Barcelona. Jadi, begitulah cara Diego Maradona menutup kariernya bersama di Catalunya.
2) Gol 'Tangan Tuhan' di Piala Dunia
Ini adalah kontroversi paling populer. Ini juga yang membikin Maradona semakin ikonik dan melegenda.
Gol 'Tangan Tuhan' yang dicetaknya ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986 mengantarkan Timnas Argentina ke semifinal. Kala itu, Albiceleste menang 2-1 atas The Three Lions.
Pada akhirnya, Argentina melaju terus hingga ke final dan akhirnya jadi juara. Boleh jadi, kalau gol itu tak disahkan, mungkin ceritanya akan berbeda.
3) Kasus doping menjerat Diego Maradona
Piala Dunia 1994 menjadi Piala Dunia terakhir bagi Maradona. Pada perhelatan di Amerika Serikat itu pulalah dia berurusan dengan kasus doping.
Maradona dipulangkan setelah gagal dalam tes obat untuk doping efedrin, stimulan yang dilarang oleh badan sepak bola internasional. Bahkan, menurut New York Times, dia dinyatakan positif menggunakan lima varian efedrin, tak cuma satu.
Walau begitu, sebelumnya, Maradona sempat mencetak satu gol di laga kontra Yunani. Selebrasinya sensasional, dia berlari menuju salah satu kamera sambil berteriak dengan mata melotot. Ya, itulah gol terakhirnya untuk negaranya.
4) Memakai jersi Timnas Brasil
Rivalitas Brasil dan Argentina adalah yang terbesar di sepak bola Amerika Latin. 'Negeri Samba' punya Pele sebagai legenda agung, 'Tim Tango' memiliki Maradona sebagai legenda akbar.
Akan tetapi, ada suatu masa ketika publik melihat Maradona memakai jersi warna kuning Timnas Brasil. Itu terjadi pada 2006. Kala itu, ia menjadi bintang iklan minuman soft drink bersama Ronaldo Nazario dan Ricardo Kaka.
Ya, itu cuma iklan, tetapi menjadi kontroversi di Argentina. Bagaimana reaksi Maradona menanggapinya?
Maradona malah mengaku tidak masalah mengenakan jersi Timnas Brasil, meski Argentina dan Brasil memiliki rivalitas menegangkan di sepak bola. Namun lucunya, dia akan menolak untuk mengenakan jersi River Plate, rival Boca Juniors--tim yang pernah dibelanya.
----
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
