Kumparan Logo

4 Pemain Diaspora Timnas U-17 di Piala Kemerdekaan: Ada yang Main di Belanda

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mat Baker menjalani debut profesional di Australia bersama Melbourne City. Foto: Dok. Melbourne City FC
zoom-in-whitePerbesar
Mat Baker menjalani debut profesional di Australia bersama Melbourne City. Foto: Dok. Melbourne City FC

Timnas U-17 Indonesia bakal beraksi di Piala Kemerdekaan yang akan dihelat selama 12—18 Agustus 2025 di Medan, Sumatera Utara. Ada empat pemain diaspora yang dipanggil ke skuad besutan Nova Arianto.

Mereka adalah Mat Baker, Noha Pohan, Eizar Jacob, dan Aaron Suitela. Dua nama yang disebut pertama memiliki darah Batak.

Keempat nama itu akan bahu-membahu dengan sejumlah pemain yang beberapa waktu lalu main di Piala Asia U-17. Mereka di antaranya adalah Evandra Florasta, Zahaby Gholy, Fadly Alberto, dan lain-lain, bahkan Baker pun sebenarnya ada dalam skuad itu.

Mari mengenal profil 4 pemain diaspora yang dipanggil ke skuad Timnas U-17 untuk Piala Kemerdekaan berikut ini. Silakan disimak.

Mat Baker

Mat Baker saat membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025. Foto: Dok. PSSI

Mat Baker sudah pernah dipanggil untuk membela Timnas U-17 dan Timnas U-20 termasuk di Piala Asia U-17 pada April lalu. Bisa bermain sebagai bek kiri dan bek tengah, ia kini membela Melbourne City FC di Australia dan baru saja menjalani debut bersama tim utama klub pada 30 Juli lalu di Piala Australia.

Bicara soal garis keturunan, Mat Baker memiliki ibu orang Indonesia asal Jakarta tetapi berdarah Batak dengan marga Sitorus, sedangkan ayahnya orang Australia. Namun, ia dengan mantap memilih Indonesia sebagai negara yang Timnas-nya ingin ia bela.

Noha Pohan

Noha Pohan. Foto: nac.nl

Noha Pohan Simangunsong lahir di Jakarta dari ayah orang Indonesia berdarah Batak. Sementara itu, ibunya merupakan orang Finlandia.

Ini adalah kali pertama Noha dipanggil Timnas U-17 Indonesia, sedangkan dulu pernah dipanggil Finlandia U-15. Sekarang di level klub, pemain yang bisa menjadi gelandang serang maupun bertahan itu memperkuat NAC Breda U-15 di Belanda.

Eizar Jacob Tanjung

Eizar Jacob Tanjung saat menjuarai National Youth Championship Boys 2024 bersama NSW Metro Sky U-16. Foto: Instagram @footballaus

Eizar adalah pemain yang memiliki orang tua kandung asli orang Indonesia. Ia tidak seperti pemain lain yang salah satu orang tuanya adalah warga negara asing.

Menurut berbagai sumber, ibu Eizar berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Adapun ayahnya berasa dari Jakarta tetapi disinyalir juga berdarah Minang. Kini, mereka menetap di Australia. Eizar, yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan atau bek, memperkuat tim muda Sydney FC.

Aaron Suitela

Aaron juga kini main di Australia dengan memperkuat tim bernama Bulleen Lions U-23. Untuk posisi bermain, ia bisa mengisi pos winger atau striker.

Berbagai sumber menyebut bahwa ayahnya berasal dari Sumedang, Jawa Barat, tetapi marga "Suitela" mengindikasikan ia punya darah Maluku. Sementara, ibunya berasal dari Turki.