5 Bintang yang Gagal Bersinar di Real Madrid: Fabinho hingga Samuel Eto'o
ยทwaktu baca 4 menit

Real Madrid bisa dibilang salah satu tim sepak bola tersukses di dunia saat ini. Musim ini saja, Los Blancos mengawinkan trofi La Liga dengan trofi Liga Champions.
Kesuksesan Madrid tentu tak jatuh dari langit. Pencapaian diraih setelah kebijakan yang diaplikasikan secara konsisten dari tahun ke tahun.
Salah satunya adalah mengumpulkan pemain-pemain muda untuk tujuan jangka panjang. Pada final Liga Champions, Minggu (29/5) lalu, ada Vinicius Junior yang menjadi bintang.
Pemain 21 tahun itu turun sejak menit awal dan menciptakan satu-satunya gol kemenangan. Selain itu, ada juga Rodrygo dan Eduardo Camavinga yang datang dari bangku cadangan.
Kendati demikian, tak semua pemain muda Madrid sukses bersinar seperti Vinicius, Rodrygo, dan Camavinga. Diwartakan The Sun, berikut ini bibit muda yang gagal mekar di Santiago Bernabeu.
1. Juan Mata
Juan Mata awalnya merupakan produk akademi Real Ovieda. Ia kemudian dibajak ke Santiago Bernabeu pada 2003/04 lalu saat usianya 15 tahun.
Mata menempuh kariernya di tim kedua, Real Madrid Castilla. Ia mencetak 10 gol, namun gagal membawa timnya bertahan di Segunda Division B.
Pada 2007, Mata kemudian pindah ke Valencia. Ia cukup bersinar di sana, memainkan 174 laga dengan catatan 46 gol, 52 assist, dan memenangi satu Copa del Rey. Ia menarik perhatian Chelsea.
Mata pindah ke Chelsea pada 2011. Ia mengoleksi 32 gol, 58 assist, satu trofi Liga Champions, Liga Europa, dan Piala FA dalam 135 penampilannya.
2. Samuel Eto'o
Siapa sangka Samuel Eto'o yang menjadi bintang di Barcelona pernah menjadi salah satu pemain muda Madrid. Ia bergabung dengan Real Madrid B pada 1996 silam.
Kala itu, Samuel Eto'o baru berusia 16 tahun. Ia harus bersaing dengan nama-nama besar lainnya seperti Raul, Fernando Morientes, dan Ronaldo da Lima.
Alhasil, ia hanya mencatatkan tujuh penampilan tanpa satu pun gol. Samuel Eto'o akhirnya pindah secara permanen ke Real Mallorca pada 2000 silam.
Samuel Eto'o pindah ke Barcelona pada 2004 di mana ia mengukir kesuksesannya. Selama lima tahun, ia membuat 199 penampilan dengan 133 gol dan 44 assist, serta memenangi tiga trofi Liga Spanyol dan dua Liga Champions.
3. Fabinho
Madrid meminjam Fabinho dari Rio Ave FC pada 2012 lalu. Kala itu, usianya baru 18 tahun dan gelandang asal Brasil itu bergabung dengan Real Madrid Castilla.
Jose Mourinho yang memimpin Los Blancos kala itu memberinta kesempatan tampil di tim utama dalam kemenangan 6-2 melawan Malaga. Namun, nasibnya tak menentu ketika The Special One pergi.
Fabinho kemudian kembali lagi ke Rio Ave pada 2013 dan pindah secara permanen ke AS Monaco dua tahun setelahnya. Ia ditarik Juergen Klopp ke Liverpool pada 2018 di mana ia telah memenangi masing-masing satu gelar Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA.
4. Marcos Alonso
Marcos Alonso telah menjadi bagian Madrid sejak kecil. Ia menapaki kariernya dari kelompok usia dan promosi ke Real Madrid Castilla pada 2008.
Ia melakoni debutnya bersama Madrid arahan Manuel Pellegrini pada 2010 lalu. Minim peluang, Alonso akhirnya pindah ke Bolton Wanderers secara permanen.
Tiga tahun berikutnya, ia dijual ke Fiorentina, lalu menjalani masa pinjaman di Sunderland pada 2014 selama setahun. Alonso bergabung dengan Chelsea pada 2016 dan telah memenangi satu trofi Liga Champions, Liga Europa, Liga Inggris, dan Piala FA.
5. Roberto Soldado
Roberto Soldado lahir di Valencia dan bergabung bersama akademi Real Madrid pada usia 15 tahun. Ia cukup produktif bersama Real Madrid B, membukukan 63 gol dalam 120 pertandingan.
Sayangnya, ia tak bisa mengulangi performa ciamiknya kala promosi ke tim utama pada 2005. Soldado hanya mencetak empat gol dalam 27 laga lintas ajang, ia dipinjamkan ke Osasuna oleh Fabio Capello di akhir musim.
Setelahnya, Soldado pindah dari satu klub ke klub lain. Puncak performanya terjadi di Valencia ketika ia bergabung pada 2010 di mana ia membukukan 82 gol dan 15 assist dalam 141 laga.
