5 Legenda Sepak Bola yang Bapuk saat Jadi Pelatih: Ada Bintang MU & Arsenal
ยทwaktu baca 4 menit

Bukanlah menjadi hal langka jika para pemain sepak bola yang sudah pensiun, ingin menjajaki pengalaman sebagai pelatih. Hal itu telah dilakukan oleh banyak bintang di era lampau seperti Mikel Arteta, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, dan masih banyak lagi.
Namun, menjadi seorang pemain berkualitas di masa lalu tidak menjamin para pesepak bola bisa sukses jika menjabat sebagai juru taktik. Kumparan telah merangkum lima nama legenda sepak bola yang bapuk saat menangani klub. Mengutip dari Sportskeeda, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.
5. Thierry Henry
Berhasil mengantarkan Arsenal meraih piala emas Premier League 2003/04 membuat Thierry Henry menjadi pemain yang patut diacungi jempol. Namun, prestasi yang cukup oke ketika menjadi pemain tidak bisa memuluskan karier kepelatihan bomber andalan Prancis ini.
Pada 2015, Henry memulai pengalaman sebagai manajer untuk pertama kali yakni menjadi pelatih Arsenal Youth. Setelah itu, ia juga ditawari menjadi asisten pelatih Belgia pada 2018 hingga kini. Bapuk-nya Henry saat menjadi pelatih itu terlihat ketika ia bergabung dengan AS Monaco di tahun 2018.
Tercatat, Thierry Henry hanya menjabat sebagai manajer Monaco dalam kurun waktu 3 bulan saja sebab ia cuma mampu meraih 2 kemenangan dari 18 laga. Berkat performa yang memble, Monaco pun memecat Henry pada Januari 2019.
Kendati demikian, Henry tidak kapok untuk mencoba memuluskan karier kepelatihannya lagi. Sepuluh bulan usai didepak dari Monaco, pria berkebangsaan Prancis ini dipercaya untuk menjadi juru taktik klub asal MLS, Montreal Impact. Tetapi, ia hanya mampu bertahan selama 2 tahun di sana usai penampilan yang memalukan dengan hanya meraih 4 kemenangan dalam 20 laga.
4. Paul Scholes
Paul Scholes memiliki penampilan yang cukup impresif saat membela Manchester United. Hal itu dibuktikan dengan 25 trofi yang dipersembahkan untuk 'Setan Merah' sehingga ia dicap sebagai legenda oleh para fan. Tetapi, penampilan yang patut diacungi jempol saat ia bermain untuk MU berbanding terbalik dengan karier kepelatihannya.
Awal mula Scholes menjajaki dunia kepelatihan yakni ketika ia dipercaya untuk menjabat sebagai manajer Oldham Athletic pada 2019. Hanya meraih 1 kemenangan dari 7 laga membuat Paul Scholes cuma bertahan selama sebulan saja.
Di samping penampilan buruknya saat menjabat sebagai juru taktik, Scholes memutuskan untuk mengundurkan diri sebab pemilik klub ikut campur tangan dalam urusan tim.
3. Edgar Davids
Legenda hidup asal Belanda, Edgar Davids, juga memiliki performa yang sangat bapuk ketika menjabat sebagai pelatih. Padahal dalam kariernya saat menjadi pesepak bola profesional, ia sukses mengantarkan Inter Milan, Barcelona, Juventus, dan Ajax Amsterdam untuk meraih gelar juara.
Karier kepelatihan Edgar Davies bermula ketika ia ditunjuk sebagai asisten manajer di Barnet dan Telstar. Setelah itu, ia juga dipercaya untuk menjadi pelatih utama klub asal Portugal, Olhanense, pada Januari 2021. Di sana, ia hanya mampu bertahan selama setengah musim berkat strateginya yang gagal membuat Olhanense promosi.
Edgar Davids hanya mampu memenangkan 8 pertandingan dari 19 laga. Hal tersebut menjadi alasan kuat owner klub untuk memecat pria berkebangsaan Belanda dari kursi kepelatihan.
4. Alan Shearer
Dinobatkan sebagai pemuncak 'Top Skor Sepanjang Masa Liga Inggris' tidak membuat Alan Shearer mampu merepresentasikan kehebatannya ketika ia menjabat sebagai pelatih. Buktinya, Shearer pernah dipercaya menjadi juru taktik Newcastle pada musim 2008/09 untuk menyelamatkan 'The Magpies' dari degradasi.
Namun, harapan tersebut tidak terealisasi karena Shearer hanya mampu mengantarkan Newcastle meraih 5 angka dari total 24 poin. Angka tersebut didapatkan dalam 8 pertandingan terakhir Newcastle. Alhasil, tim yang bermarkas di Saint James Park ini harus terdegradasi di akhir musim.
5. Diego Maradona
Kehebatan Diego Maradona ketika berada di atas lapangan memang tidak bisa diragukan lagi. Sukses mengantarkan Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 merupakan salah satu bukti nyata. Tetapi, kisah sukses Maradona di dalam dunia sepak bola hanya mampu bertahan saat ia menjadi pemain saja.
Usai pensiun sebagai pesepak bola, Maradona langsung terjun ke dunia kepelatihan. Namun, kariernya sebagai juru taktik bisa dikatakan kurang berjalan mulus. Hal itu bisa dibuktikan ketika ia dipercaya menjadi pelatih timnas Argentina pada Piala Dunia 2010.
Tim berjuluk 'La Albiceleste' hanya mampu bertengger di fase delapan besar usai dipermalukan oleh Jerman dengan empat gol tanpa balas. Tidak hanya di kancah tim nasional, Maradona juga beberapa kali menjajaki dunia kepelatihan klub tetapi tak bisa mengukir kesuksesan.
Penulis: Hamas Nurhan R T
