Kumparan Logo

5 Pemain Paling Egois di Dunia: Ada Mohamed Salah, Tak Ada Lionel Messi

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Winger Bayern Muenchen Arjen Robben Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Winger Bayern Muenchen Arjen Robben Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters

Menjadi pemain sepak bola adalah tentang bagaimana bermain tim. Namun, tak jarang salah satu pemain tampil lebih dominan hingga kerap disebut egois. Eks winger Bayern Muenchen, Arjen Robben misalnya.

Terkenal karena teknik, kecepatan, dan akurasinya yang jempolan, Robben adalah salah satu pemain paling egois di skuat Bayern selama hampir satu dekade. Gerakan cut inside sebelum mencetak gol adalah hal paling fenomenal darinya.

Bahkan, Sportskeeda melansir bahwa Robben sempat menjelaskan dalam sebuah wawancara bahwa keegoisan adalah sebuah kualitas. Lantas, siapa saja pemain paling egois di dunia? Berikut rangkuman namanya.

Vinicius Jr

Pemain Real Madrid Vinicius Junior berusaha melewati hadangan pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di Anfield, Liverpool, Inggris. Foto: David Klein/REUTERS

Vinicius memiliki kualitas yang dibutuhkan pemain egois untuk sukses. Kecepatan, kemampuan dribbling, hingga kemampuan tembakannya ke gawang lawan patut diacungi jempol di usianya yang masih 21 tahun.

Namun, sang winger tampaknya tak benar-benar mahir merobek jala gawang lawan musim ini. Dalam tiga laga awal Liga Champions 2021/22, dia melakukan sekitar lima tembakan per pertandingan, tapi hanya sanggup mencetak dua gol.

Tampaknya ia kini tengah ingin berbagi gol dengan pemain Madrid lainnya. Terbaru, Vinicius tampil apik saat membantu Los Blancos membungkam Shakhtar Donetsk 2-1 di matchday keempat Liga Champions 2021/22, Kamis (4/11) dini hari WIB. Dua gol dicetak oleh Benzema berkat assist darinya.

Zlatan Ibrahimovic

Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic menendang bola ke arah gawang AS Roma pada pertandingan Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Italia. Foto: Alberto Lingria/REUTERS

Zlatan Ibrahimovic pernah menikmati masa-masa indah selama bertugas di Paris Saint-Germain (PSG) di mana ia bisa mencatat 13 assist dalam satu musim liga.

Bahkan di awal kariernya, pria berusia 40 tahun ini pernah diplot sebagai second striker dan playmaker kreatif. Namun, tahun-tahun itu sudah lama berlalu. Tugas Ibrahimovic saat ini hanyalah mencetak gol.

Namun, selama berseragam Manchester United, pundit sekaligus legenda Liverpool, Phil Thompson, sempat menyenggol Ibrahimovic dan mengeluh tentang sikap egois sang striker.

"Dia melakukan 15 tembakan dalam satu pertandingan, padahal ada pemain lain di posisi yang lebih baik," keluh Thompson saat itu.

"Apakah saya egois? Saya harus [egois]. Ada banyak raja, tetapi hanya ada satu dewa dan itu saya," balas Ibrahimovic.

Mohamed Salah

Pemain Liverpool Mohamed Salah berusaha melewati pemain Watford Danny Rose saat pertandingan di Vicarage Road, Watford, Inggris. Foto: David Klein/Reuters

Mohamed Salah saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Sepuluh gol dan enam assist telah dibuat sang pemain hingga pekan ke-10 Liga Inggris 2021/22.

Di Liga Inggris, Salah memiliki rata-rata lebih dari empat tembakan per laga. Ia bisa mencetak satu gol dari setiap empat tembakan itu. Kritikus mungkin akan berargumen bahwa Salah bisa saja mengoper bola ke pemain lain agar lebih efektif, alih-alih boros tembakan.

Baru-baru ini, legenda Liverpool, Graham Souness, turut menggambarkan Salah sebagai pemain paling egois yang pernah dia lihat. Terlepas dari hal itu, Salah kini masih berada dalam jalurnya meski dilabeli pemain egois.

Cristiano Ronaldo

Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo menendag bola ke arah gawang Atalanta pada pertandingan Grup F Liga Champions di Old Trafford, Manchester, Inggris. Foto: Phil Noble/REUTERS

Kecemerlangan Cristiano Ronaldo di lapangan dan dedikasinya memang tidak ada tandingannya. Dia telah disebut selfish, self-centered, dan bahkan egotistic, tapi sang megabintang menanggapi kritikan itu dengan terus mencetak lebih banyak gol di lapangan.

Selama masa baktinya di Real Madrid dan Juventus, Ronaldo rata-rata melepaskan hampir tujuh tembakan per 90 menit. Jumlah tersebut mungkin tak akan jauh berbeda dengan yang dia lakukan kini di Old Trafford.

Ronaldo terus-menerus dikritik oleh banyak pakar atau eks pemain. Saat masih di Juventus, eks pemain Timnas Italia, Antonio Cassano, sempat mengkritik Ronaldo dan menyebutnya egois.

"Dia selalu egois. Dia tidak peduli jika orang lain mencetak gol, dia hanya hidup untuk mencetak gol untuk dirinya sendiri. Dia tidak hidup untuk sepak bola, dia hidup untuk golnya sendiri, itu jelas," kata Cassano.

Neymar

Pemain Paris St Germain Lionel Messi merayakan dengan Neymar setelah pemain Olympique de Marseille Luan Peres mencetak gol bunuh diri, di Orange Velodrome, Marseille, Prancis, Minggu (24/10). Foto: Eric Gaillard/REUTERS

Neymar menjadi perhatian klub-klub Eropa dengan keterampilan menggiring bolanya di Santos. Waktunya di Barcelona dan tugasnya saat ini bersama Paris Saint-Germain (PSG) juga tak jauh berbeda.

Gaya khas pemain Amerika Selatan yang dimilikinya dengan mudah melengkapi Lionel Messi dan Luis Suarez di Barcelona. Namun, banyak penggemar dan pakar sepak bola Prancis yang terus-menerus mengeluh tentang aksi Neymar di lapangan.

Pemain Brasil itu memang salah satu yang terbaik di dunia. Namun, keegoisannya dengan bola bisa menjadi sumber frustrasi bagi rekan satu timnya, termasuk yang sempat dialami Kylian Mbappe.

Kylian Mbappe sempat mengeluhkan keegoisan Neymar yang tak membagi bola padanya. Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, pun akhirnya turun tangan menyatukan kedua pemain bintang itu agar tak ada konflik berkepanjangan yang merugikan tim.

Jika melihat dari statistiknya musim ini, Neymar telah turun dalam 10 laga lintas ajang bersama PSG. Namun, hanya ada sebiji gol yang mampu disarangkan oleh winger Brasil itu.