Kumparan Logo

5 Pesepak Bola Legendaris yang Nomor Punggungnya Dipensiunkan oleh Klub

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lionel Messi, si Terbaik di Dunia Itu™ Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine
zoom-in-whitePerbesar
Lionel Messi, si Terbaik di Dunia Itu™ Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine

Sejumlah klub memutuskan memensiunkan nomor punggung tertentu untuk menghormati pemain legendaris yang telah bertahun-tahun memakainya. Tentunya, tidak semua pemain mendapat kesempatan serupa.

Baru-baru ini, sejumlah pendukung Barcelona meminta klub untuk memensiunkan nomor 10 usai hengkangnya Lionel Messi. Namun, hal ini sedikit mustahil karena terhalang peraturan Liga Spanyol.

Lantas, klub mana saja yang pernah memensiunkan nomor punggung milik sang pemain legendanya? Dikutip dari Sportskeeda, berikut lima pesepak bola legendaris yang nomor punggungnya dipensiunkan.

1. Javier Zanetti (Inter Milan) - Nomor 4

Bendera bergambar dua legenda Inter, Javier Zanetti dan Giacinto Facchetti, di Giuseppe Meazza. Foto: Reuters/Alberto Lingria

Javier Zanetti adalah salah satu pemain paling berprestasi yang pernah bermain untuk Inter Milan. Bahkan, ia menghabiskan hampir dua dekade karier profesionalnya dengan berseragam Nerazzurri dan dan telah memainkan 858 pertandingan.

Atas kontribusinya memenangkan 16 trofi, Inter memutuskan untuk memensiunkan nomor 4 milik Zanetti setahun setelah ia pensiun pada 2014. Saat ini, ia diangkat menjadi wakil presiden Inter Milan.

2. Paolo Maldini (AC Milan) - Nomor 3

Paolo Maldini saat membela AC Milan. Foto: CARLO BARONCINI / AFP

Kontribusi Maldini untuk AC Milan tidak pernah diragukan lagi. Salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Milan ini telah membela tim selama 25 musim yang berarti ia hanya membela satu klub selama kariernya.

Maldini telah memainkan 902 laga dan telah memenangkan 26 gelar selama berada di San Siro. Pada 2009, sebelum ia menginjak usia 41 tahun, Maldini memutuskan pensiun dan Milan langsung memensiunkan nomor 3 untuk menghormati jasanya.

3. Johan Cruyff (Ajax) - Nomor 14

Johan Cruyff ketika menjadi pelatih Barcelona. Foto: La Liga

Johan Cruyff terkenal sebagai salah satu sosok yang mempopulerkan filosofi Total Football. Ia memulai debut profesionalnya bersama Ajax dan langsung membawa tim Liga Belanda itu menjadi raksasa di Eropa dengan tiga gelar Liga Champions berturut-turut.

Setelah itu, ia memutuskan untuk pindah ke Barcelona dan ke beberapa klub lainnya. Meski demikian, untuk menghormati jasa Cruyff, Ajax resmi memensiunkan nomor 14 pada 2007 sekaligus mengabadikan namanya sebagai nama stadion.

4. Diego Maradona (Napoli) - Nomor 10

Diego Maradona (kiri) saat berseragam Napoli. Foto: AFP/BON ISHIKAWA

Diego Maradona bisa dibilang menjadi salah satu pemain terhebat yang pernah menghiasi sepak bola dunia. Ia memutuskan pindah ke Napoli setelah gagal bersinar di Barcelona. Ternyata, ia mampu mengubah Napoli dan kota Naples dengan kontribusi permainannya.

Selama tujuh tahun di Napoli, ia membuat lebih dari 250 pertandingan dengan mencetak 115 gol dan memberikan 33 assist.

Meski meninggalkan klub secara tidak terhormat, Napoli tetap menghormati Maradona ketika ia meninggal dunia dengan memensiunkan nomor 10 dan mengabadikannya sebagai nama stadion.

5. Pele (New York Cosmos) - Nomor 10

Bintang sepak bola Brasil Edson Arantes do Nascimento alias Pele saat pembukaan Kejuaraan Sepak Bola Carioca 2018 di Brasil, pada 15 Januari 2018. Foto: AFP/MAURO PIMENTEL

Pele telah menjadi ikon sepak bola dalam bertahun-tahun berkat pencapaiannya usai membawa Brasil juara Piala Dunia tiga kali. Di klub, ia menghabiskan hampir dua dekade bersama Santos dan memutuskan hengkang ke New York Cosmos pada usia 35 tahun.

Meski identik dengan Santos dan hanya bermain selama dua tahun di New York Cosmos, Pele memutuskan pensiun di klub Amerika Serikat itu. Pele memainkan pertandingan profesional terakhirnya melawan klub lamanya, Santos. Tak lama kemudian, New York Cosmos memensiunkan nomor 10 milik Pele.

Penulis: Thontowi Wallace

***

embed from external kumparan