5 Serial Netflix yang Bisa Ditonton Pemain Bola Selama Dikarantina

Seperti para peserta AFI, sekarang pesepak bola di Eropa harus menjalani masa karantina. Ah, apa ini supaya mereka bisa menuju puncak dengan bantuan Mbak Bertha?
Yah... kami sebenarnya berharap jawabannya bisa sebercanda itu.
Nyatanya, tidak. Virus corona, tuan dan puan, telah menyebar luas dengan cepat. Dan salah satu cara jitu agar situasi tak makin parah ialah tak berkumpul di tempat ramai. Makanya, sepak bola disetop dulu di Eropa dan para pemain tak boleh keluar rumah.
Masalahnya bagi para pesepak bola, berdiam lama di rumah bisa memicu stres. Karim Benzema pun sudah merasakannya.
"Aku lagi di taman belakang rumah dan tak bisa berbuat apa-apa. Aduh, aku gak suka hidup di masa karantina," kata striker Real Madrid tersebut via Instagram.
Berita baiknya, stres ini masih bisa diakali. Selain rajin olah tubuh dan melakukan aktivitas kreatif, menonton Netflix bisa jadi solusi.
Seperti yang dilakukan Daniele Rugani, yang beberapa saat silam dinyatakan positif mengidap virus corona. Bek muda Juventus ini bahkan bilang sudah menonton semua tayangan di Netflix.
Tapi, Rugani, serius kamus sudah menonton semuanya?
Karena di tulisan ini, kumparanBOLA bakal membagikan daftar tayangan yang bisa kamu atau pesepak bola lain tonton. Tentu pembaca juga boleh, loh, kalau mau nonton.
Crash Landing on You
Kisah cinta cheezy-tapi-menarik macam film-film romansa yang dibintangi Tom Hanks. Pertemanan hangat bak Friends. Dibumbui aksi, ledakan, dan taktik cerdik khas film blockbuster. Plus narasi politik kekuasaan yang lebih ringan daripada House of Cards.
Ya, itulah Crash Landing on You.
Kisah serial yang memiliki 16 episode ini bermula dari aksi Yoon Se-ri (Son Ye-jin) bermain paralayang. Kenapa dia begitu? Karena Se-ri ingin merayakan keberhasilan mendapatkan izin menjadi penerus ayahnya sebagai CEO di perusahaan level unicorn.
Tahu-tahu, dia diterbangkan angin topan dari Korea Selatan ke Korea Utara. Lah, terus gimana? Ya, Se-ri bertemu Kapten Ri Jeong-hyuk (Hyun Bin) dan Kapten Ri itu tentara Korea Utara.
Mulanya, Kapten Ri mengira Se-ri adalah mata-mata dari Korea Selatan. Tapi, setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, baru dia percaya Se-ri itu nyasar ke negaranya. Dari situ dimulai petualangan memulangkan Se-ri ke sisi Selatan Korea.
Hospital Playlist
"Maaf, hidup Anda hanya tinggal 5 bulan lagi..." Bosan tidak, sih, dialog dokter di sinetron selalu seklise ini? Atau kamu penasaran dengan kehidupan dokter seperti apa?
Tonton Hospital Playlist makanya.
Serial ini bercerita tentang lima sahabat yang kuliah di universitas kedokteran yang sama, dan kemudian bekerja di rumah sakit yang sama pula. Karena latar kisahnya begini, tentu bakal kerasa banget nuansa pertemanan dalam serial berdurasi 12 episode ini.
Namun, itu bukan satu-satunya daya tawar dari Hospital Playlist. Serial ini juga mengangkat sudut pandang dokter kala menghadapi pasien dalam kondisi genting di ruang gawat darurat.
Oh, ya, Hospital Playlist merupakan proyek kolaboratif antara Shin Won Wo selaku sutradara dan Lee Woo Jung sebagai si penulis naskah. Dua orang top di industri film Korea Selatan ini tentu bisa jadi jaminan bahwa Hospital Playlist enggak akan garing.
Money Heist
Kita break dulu dari Korea-Koreaan untuk mengabarkan kabar yang sangat penting ini: Bank Nasional Spanyol dirampok!
Enggak beneran, sih, untungnya. Tapi, inilah plot dari salah satu serial terbaik Netflix, Money Heist (judul Spanyol, La Casa de Papel).
Alkisah, ada seorang pria dengan sandi nama 'Professor' (Alvaro Morte) yang mencari delapan kriminal untuk merampok bank terbesar di Spanyol. 'Professor' ingin melakukannya bukan semata demi uang, tetapi juga untuk mewujudkan mimpi sang ayah.
Lihat bunda, mulia sekali, bukan, niat sang 'Professor'? Akan tetapi, caranya salah. Lanjut!
Yang menjadi menarik, 'Professor' memiliki rencana yang hampir sempurna. Setiap episodenya, kita akan disuguhkan perang taktik antara 'Professor' dan geng perampok melawan pihak kepolisian.
Itaewon Class
"Greatest comeback since Lazarus." Itaewon Class merupakan serial yang tak kalah epik dari kisah David melawan Goliath atau Muhammad Ali dalam pertandingan tinju terbaik di abad 20.
Park Saeroyi (Park Seo Joon) punya satu misi dalam hidupnya: Mengalahkan Jang Dae-hee (Yoo Jae-myung). Masalahnya, segala yang dimiliki Saeroyi telah direnggut Jang dan kroni-kroninya.
Karena Jang, Saeroyi dikeluarkan di hari pertama masuk SMA. Karena anaknya Jang, ayah Saeroyi meninggal dunia. Karena Jang lagi, Saeroyi harus mendekam di penjara selama 3 tahun.
Meski begitu, Saeroyi tak menyerah. Bermodalkan kisah sukses Jang mendirikan Jangga, Saeroyi bertekad membangun restoran terbaik di Korea Selatan. Saeroyi pula bertekad menjadi antitesis Jang, yang dikenal dingin dan kejam dalam pendekatan bisnisnya.
Eh, tapi, ada lagi yang membikin Itaewon Class layak ditonton. Mulai dari pesan keberagaman yang enggak lebay, karakter yang unik dan one-of-a-kind, hingga cinta segitiga yang menggemaskan.
Kombinasi dari semua ini membikin Itaewon Class tetap menarik, tapi gak tegang-tegang amat. Cocoklah ditonton di masa seperti ini.
Kingdom
Pernah kepikiran, gak, kemiskinan dan keserakahan merupakan sebab dari munculnya virus yang mengubah manusia menjadi zombie? Karena inilah gagasan utama dari Kingdom.
Dengan suasana abad pertengahan, Kingdom bercerita tentang sang putra mahkota Lee Chang yang ingin didepak keluarga Klan Cho. Tujuannya, supaya Chang tak bisa menjadi raja selanjutnya.
Untuk mewujudkan misi ini, ayahnya Lee Chang pun dijodohkan dengan putri dari keluarga Klan Cho. Klan Cho menjadi keluarga paling berpengaruh di kerajaan setelahnya.
Nah, ketika kubu kerajaan fokus dengan menimbun harta dan politik kekuasaan, rakyat mereka kelaparan. Saking laparnya, suatu hari mereka pun makan mayat dan dari situlah wabah zombie menyebar ke seluruh negeri.
Iya, pelik dan ada nuansa Game of Thrones-nya, gak, sih? Tentu, karena temanya begini, bakal ada perang kolosal. Seru, deh.
