5 Tragedi yang Banyak Makan Korban Jiwa di Sepak Bola, Insiden Kanjuruhan Kedua
ยทwaktu baca 3 menit

Kabar duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Duel Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam, berakhir rusuh.
Per pukul 06:00 WIB, Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, menyebut ada 127 orang yang tewas imbas kejadian ini. Selain itu, ratusan orang pun dilaporkan mengalami luka-luka.
Insiden yang terjadi di Indonesia itu juga menambah catatan kelam peristiwa berdarah yang terjadi di stadion sepak bola. Mengutip data Priceconomis, berikut beberapa tragedi berdarah dengan jumlah korban tertinggi di dunia.
5. Tragedi Kathmandu (Nepal)
Insiden mengerikan ini terjadi pada laga antara Janakpur Cigarette Factory vs Liberation Army. Sebanyak 93 orang tewas di Stadion Nasional Kathmandu, Nepal, pada tahun 1988.
Peristiwa kelam tersebut bermula saat pertandingan diwarnai hujan es. Sedangkan, saat itu stadion sebagian besar tidak beratap. Alhasil, ratusan orang pun terinjak-injak saat berusaha menyelamatkan diri.
4. Tragedi Hillsborough (Inggris)
Pertandingan semifinal Piala FA tahun 1989 jadi sejarah kelam bagi sepak bola Inggris. 96 fan dilaporkan meninggal dalam insiden tersebut.
Tragedi itu bermula saat Liverpool dan Nottingham Forest bertanding di Stadion Hillsborough pada 15 April 1989. Kala itu, pihak penyelenggara mengalokasikan fan Liverpool untuk menempati tribune kecil di Leppings Lane dengan kapasitas 14 ribu orang.
Saat gerbang stadion dibuka, ribuan fan berbondong-bondong masuk ke tribune. Namun, fan yang masih diluar memaksa masuk dan mendorong orang-orang disekitarnya. Imbasnya, ribuan suporter terjepit dan menghantam pagar batas stadion. Selain merenggut 96 nyawa, insiden ini juga mengakibatkan ratusan orang luka-luka.
3. Tragedi Accra Sport (Ghana)
Peristiwa yang terjadi di Stadion Accra Sport, Ghana, jadi insiden terburuk di Afrika. Pertandingan yang mempertemukan Accra Hearts of Oak Sporting Club dan Asante Kotoko pada tahun 2001 berujung tragis.
Kala itu, Accra Hearth yang bertindak sebagai tuan rumah mampu mengalahkan Asante Kotoko dengan skor 2-1. Namun, suporter tim tamu tak terima dengan hasil tersebut. Mereka pun langsung melempar botol hingga kursi ke arah lapangan.
Pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton. Para suporter pun panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Atas peristiwa tersebut, 126 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terinjak dan terhimpit saat berada di kerumunan.
2. Tragedi Kanjuruhan (Indonesia)
Insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, jadi tragedi paling memilukan dalam catatan sepak bola Indonesia. Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, menyebut ada 127 orang yang tewas akibat kejadian ini per pukul 06:00 WIB, Minggu, 2 Oktober 2022.
Peristiwa berdarah ini bermula saat Aremania yang kecewa melihat klubnya kalah masuk ke lapangan guna melakukan protes kepada para pemain. Pihak keamanan pun melakukan tindakan melihat suporter yang masuk ke lapangan.
Gas air mata lalu ditembakkan untuk meredakan masa yang membeludak. Ribuan orang pun berlarian untuk menyelamatkan diri keluar stadion. Selain merenggut 127 korban, insiden ini juga menyebabkan ratusan orang alami luka-luka.
1. Tragedi Estadio Nacional (Peru)
Nacional Peru atau Tragedi Estadio Nacional jadi peristiwa terkelam yang pernah terjadi di stadion sepak bola dunia. Dilaporkan 328 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka.
Tragedi ini bermula dari kekecewaan fan Peru terhadap wasit saat laga melawan Argentina di babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 1964. Kala itu, Peru mencatatkan gol di menit akhir sekaligus menyamakan kedudukan. Namun, wasit menganulir gol tersebut.
Suporter Peru yang tidak terima dengan keputusan tersebut pun langsung berhamburan turun ke lapangan. Sementara itu, petugas kepolisan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.
Alhasil, para suporter pun panik dan berusaha menyelamatkan diri dari tembakan gas air mata. Ribuan orang terjepit dan terinjak saat menuruni tangga stadion. 328 orang meregang nyawa dan ratusan lainnya alami luka-luka.
