Kumparan Logo

AHHA PS Pati Sanksi Syaiful Indra & Zulham Zamrun Usai Lakukan Aksi Brutal

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
AHHA PS Pati. Foto: Youtube/Atta Halilintar
zoom-in-whitePerbesar
AHHA PS Pati. Foto: Youtube/Atta Halilintar

Klub Liga 2, AHHA PS Pati, melakukan tindakan tegas kepada dua pemainnya yang melakukan aksi brutal di laga uji tanding melawan Persiraja. Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun melakukan tekel keras di laga uji tanding yang digelar di Pancoran Soccer Field, Senin (6/9) sore WIB.

Dalam video yang ramai di media sosial, Syaiful tertangkap melakukan tendangan ke muka pemain Persiraja, Muhammad Nadhif. Eks pemain Arema itu lalu mendapatkan kartu merah.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Zulham Zamrun. Pemain yang membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 lalu itu juga melakukan tekel brutal ke pemain Persiraja. Imbas dari tekel tersebut, pemain pun terlibat pertikaian.

embed from external kumparan

Berawal dari situ, AHHA PS Pati memberikan sanksi kepada dua pemain tersebut. Dalam surat yang ditandatangani COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra, Syaiful dan Zulham dipulangkan dari pemusatan latihan yang digelar di Jakarta.

"Dengan surat ini Manajemen AHHA PS Pati memberikan sanksi kepada pemain Syaiful Indra Cahya dan Zulham M Zamrun," tulis surat yang diunggah melalui instagram AHHA PS Pati.

"Untuk nama-nama pemain di atas tersebut dipulangkan dari pemusatan latihan tim di Jakarta karena melakukan hal yang tidak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja Banda Aceh di lapangan Pancoran Soccer Field," lanjut surat tersebut.

Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi (kanan) bersama Syaiful Indra Cahya (kedua kanan) menemui pemain Persiraja buntut keributan di laga uji coba. Foto: AHHA PS Pati

Sebelumnya, AHHA PS Pati mengecam tindakan yang dilakukan pemainnya di laga melawan Persiraja. Hal itu disampaikan oleh Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi.

"Saya selalu ingatkan kepada pemain saya untuk selalu respek kepada lawan. Jangan pernah berniat untuk mencederai lawan apa pun kondisinya," ujar Doni ketika dihubungi kumparan.