Kumparan Logo

Ahli Jantung Beri Sinyal Christian Eriksen Harus Pensiun Usai Kolaps

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen ketika Christian Eriksen kolaps dalam pertandingan Denmark vs Finlandia di Euro 2020. Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Momen ketika Christian Eriksen kolaps dalam pertandingan Denmark vs Finlandia di Euro 2020. Foto: REUTERS

Christian Eriksen kolaps dalam pertandingan Denmark vs Finlandia di Euro 2020, Sabtu (12/6) malam WIB. Kesigapan para petugas medis dan Simon Kjaer selaku kapten 'Tim Dinamit' mampu membuat nyawa sang gelandang Inter tertolong.

Eriksen bahkan sudah siuman, bisa berbicara pada tim dokter, dan telah memberi kabar pada rekan-rekannya. Namun, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana karier gelandang 29 tahun ini?

Professor Sanjay Sharma, profesor ahli jantung olahraga di Universitas St George di London, meragukan bahwa Eriksen masih bisa bermain sepak bola secara profesional. Ia mempertimbangkan keselamatan eks gelandang Spurs itu.

"Saya tidak tahu apakah dia akan bermain sepak bola lagi. Tanpa bermaksud kasar, dia 'meninggal' hari ini, meski selama beberapa menit, tetapi dia benar-benar 'mati' dan akankah profesional medis mengizinkannya 'meninggal' lagi? Jawabannya adalah tidak," terangnya, dikutip dari The Independent.

Pemain Denmark, Christian Eriksen mengalami kolaps pada pertandingan Denmark vs Finlandia di Euro 2020. Foto: REUTERS/Hannah McKay

"Saya pikir Football Association (Federasi Sepak Bola Denmark/Italia) akan sangat ketat tentang apakah dia bermain lagi atau tidak. Di Inggris, dia tidak akan bermain. Kami akan sangat ketat tentang hal itu," lanjutnya.

Contoh kasus pemain sepak bola yang kolaps karena masalah jantung dan akhirnya berhasil diselamatkan adalah Fabrice Muamba. Dia kolaps saat membela Bolton Wanderers kontra Spurs di perempat final Piala FA pada 17 Maret 2012.

Tak lama setelahnya, Muamba yang masih 23 tahun kala itu lalu menyatakan diri pensiun sebagai pesepak bola profesional. Dr. Sam Mohiddin, salah satu ahli jantung yang menangani eks pemain Arsenal itu, berpendapat terkait insiden kolapsnya Christian Eriksen.

"Sepertinya dia telah berhasil mendapatkan CPR dan dia telah mendapatkan kembali irama jantung yang normal karena defibrilasi, tetapi ada hal-hal lain yang harus diselesaikan," terangnya kepada BBC.

Aksi Christian Eriksen dalam laga Denmark vs Finlandia pada Euro 2020. Foto: REUTERS

"Momen bahaya yang ekstrem adalah saat serangan jantung dan penanganannya adalah masalah yang mengharuskan orang untuk segera mengenali apa yang terjadi dan benar-benar mengatasinya dengan cepat dengan CPR dan defibrilator."

"CPR menyelamatkan nyawa. Sebagian besar dari kita harus belajar bagaimana melakukan CPR untuk segala macam alasan dan bukan hanya karena serangan jantung dapat mempengaruhi olahragawan. Banyak orang lain akan meninggal karena serangan jantung," tandasnya.

Intinya, CPR tak serta merta membuat otot jantung Christian Eriksen langsung kembali normal. Ia harus mendapat perawatan lanjutan setelah insiden tersebut. Olahraga berat seperti sepak bola belum dianjurkan selama proses ini.

***

embed from external kumparan