Kumparan Logo

Ahli Matematika Pecahkan Perdebatan GOAT Sepak Bola: Ronaldo di Atas Messi

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen saat Cristiano Ronaldo melakukan latihan perdananya setelah kembali ke Manchester United. Foto: Twitter/@ManUtd
zoom-in-whitePerbesar
Momen saat Cristiano Ronaldo melakukan latihan perdananya setelah kembali ke Manchester United. Foto: Twitter/@ManUtd

Seorang ahli matematika Universitas Oxford mengeklaim telah memecahkan perdebatan panjang dalam sepak bola, yakni pemain terbaik. Menurut risetnya, Cristiano Ronaldo berada di atas Lionel Messi.

Dr. Tom Crawford menggunakan algoritma unik yang menghitung pencapaian di level klub dan internasional untuk membandingkan para pesepak bola di semua era.

Angka-angka yang didapat Dr. Crawford telah mengungkapkan bahwa pemain baru Manchester United, Cristiano Ronaldo, layak dilabeli sebagai Greatest of All Time (GOAT).

Pemain Paris St Germain Lionel Messi saat pertandingan menghadapi Stade de Reims di Stade Auguste-Delaune, Reims, Prancis, Minggu (29/8). Foto: Benoit Tessier/REUTERS

Untuk memenuhi syarat menjadi yang pertama, para pemain harus memenangi setidaknya dua Ballon d'Or atau diakui sebagai yang terhebat di era sebelum 1956.

Selain itu, Dr. Crawford juga memiliki tujuh kriteria seperti dikutip dari Daily Mail sebagai berikut:

  • Penghargaan (domestik dan Eropa) yang dimenangi di level klub yang ditimbang oleh koefisien UEFA untuk kekuatan relatif kompetisi.

  • Penghargaan yang dimenangi di tingkat internasional, 150 poin untuk Piala Dunia, 100 poin untuk Euro atau Copa America dengan tambahan untuk kemenangan Golden Boot.

  • Gol yang dicetak di level klub.

  • Gol yang dicetak di level internasional.

  • Suara yang diterima dalam Ballon d'Or - jumlah suara yang diberikan kepada pemenang Ballon d'Or dibagi dengan jumlah total suara yang diberikan kepada tiga pemain teratas. Ini kemudian dikalikan dengan 100 untuk memberikan persentase.

  • Rekor individu yang dipegang, misalnya pencetak gol terbanyak untuk klub atau negara, atau pencetak gol terbanyak dalam sebuah kompetisi.

  • Musim 'Z-Factor' atau 'kampanye yang secara matematis luar biasa' di mana gol pemain memandu tim mereka menuju kemenangan.

Dengan kriteria penilaian tersebut, didapatkan daftar pendek yang terdiri dari Cristiano Ronaldo, Messi, Pele, Maradona, Marco van Basten, Johan Cruyff, Puskas, Di Stefano, Ronaldo (Brasil) dan Michel Platini.

"Sebagai penggemar berat sepak bola, saya telah lama berdebat dengan teman-teman saya siapa pemain terhebat sepanjang masa," kata Dr, Crawford dikutip dari Daily Mail.

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai pertandingan saat melawan Republik Irlandia di Estadio Algarve, Almancil, Portugal, Rabu (1/9). Foto: Pedro Nunes/REUTERS

"Saya senang membawa matematika ke masyarakat selama beberapa tahun terakhir, jadi bisa menunjukkan bagaimana Anda bisa menggunakannya dalam dunia sepak bola sangat menyenangkan," lanjutnya.

Dr. Crawford menambahkan, meskipun Ronaldo telah keluar di daftar teratas, ia yakin perdebatan tentang siapa yang paling hebat di lapangan hijau masih akan terus berlanjut.

"Sementara Cristiano Ronaldo telah keluar di atas algoritma saya, jelas bahwa semua statistik pemain lain benar-benar luar biasa dan saya yakin perdebatan akan terus berlanjut," pungkasnya.