Kumparan Logo

Alasan Son Heung-min Tak Dapat Medali saat Euforia Spurs Juara Liga Europa

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi Son Heung-min angkat trofi usai Tottenham Hotspur tekuk Manchester United (MU) dalam final Liga Europa 2024/25 di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5) dini hari WIB. Foto: REUTERS/Andrew Couldridge
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi Son Heung-min angkat trofi usai Tottenham Hotspur tekuk Manchester United (MU) dalam final Liga Europa 2024/25 di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5) dini hari WIB. Foto: REUTERS/Andrew Couldridge

Tottenham Hotspur berhasil juara Liga Europa 2024/25 usai menumbangkan Manchester United (MU) 1-0 dalam pertandingan final di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5) dini hari WIB. Namun, Son Heung-min tidak mendapatkan medali, kenapa?

Son Heung-min adalah kapten Spurs dan total bermain 10 kali di Liga Europa musim ini, termasuk di laga final tersebut. Namun, saat sesi pengalungan medali oleh Aleksander Ceferin selaku Presiden UEFA, Son dan beberapa rekannya tampak tidak mendapatkan medali.

Mengutip ESPN, UEFA telah mengklarifikasi hal ini. Mereka mengatakan bahwa masalah tersebut terjadi karena Spurs mengirim terlalu banyak orang untuk menerima medali mereka selama sesi tersebut.

UEFA menambahkan bahwa klub-klub telah diberi tahu bahwa hanya 30 medali yang akan diberikan di atas panggung. Sebanyak 20 medali sisanya akan diberikan kepada klub setelah momen euforia itu untuk didistribusikan kepada para pemain dan staf.

Selebrasi Son Heung-min angkat trofi bersama rekan-rekannya usai Tottenham Hotspur tekuk Manchester United (MU) dalam final Liga Europa 2024/25 di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5) dini hari WIB. Foto: REUTERS/Andrew Couldridge

Sebelumnya, Spurs terakhir kali juara kompetisi major pada 17 tahun silam, yakni Piala Liga Inggris 2007/08. Kala itu, mereka masih diperkuat Jonathan Woodgate, Dimitar Berbatov, hingga Ledley King dan dilatih Juande Ramos.

Di sisi lain, Spurs sebelumnya pernah juara Liga Europa kala namanya masih Piala UEFA pada 1971/72 dan 1983/84. Di sisi lain, ini menjadi trofi bergengsi pertama Son Heung-min di level klub. Ia juga menjadi kapten asal Korea Selatan pertama yang membawa timnya meraih juara di kompetisi bergengsi Eropa.

"Katakan saja saya seorang legenda. Kenapa tidak? Hanya hari ini! Selama 17 tahun tidak ada yang melakukannya [sudahi puasa juara Spurs], jadi hari ini anggaplah para pemain hebat ini sebagai legenda klub," kata Son dikutip dari BBC.

"Inilah yang selalu saya impikan. Hari ini terwujud. Saya adalah pria paling bahagia di dunia," tambah pria 32 tahun itu.