Allegri: Melawan United, Ronaldo Tak Boleh Sering-sering Duel Udara

Massimiliano Allegri tak meragukan kualitas Cristiano Ronaldo sebagai seorang penyerang. Namun, demi meraih hasil maksimal ketika Juventus menghadapi Manchester United di Old Trafford, Rabu (23/10/2018) dini hari WIB, tak akan banyak aliran bola berupa umpan silang kepada Ronaldo.
Keputusan ini diambil Allegri dengan pertimbangan gaya bermain dan kondisi fisik yang dimilki mayoritas pemain United. Sosok berusia 51 tahun ini menyebut Ronaldo akan lebih efektif melawan United jika tidak dipaksakan berduel udara.
Sebagai alternatif, ia meminta pemain di lini kedua dan belakang untuk tidak banyak memainkan skema direct ball. Bukan tanpa sebab, memang, jika menilik postur tubuh pemain United yang tinggi menjulang. Tercatat ada empat pemain di luar kiper (Paul Pogba, Romelu Lukaku, Nemanja Matic, Marouane Fellaini, Chris Smalling) yang bertinggi lebih dari 190 cm.
Unggulnya United soal permainan udara juga tercermin dari statistik yang dirangkum Rata-rata United memenangi 18,7 kali duel udara di Premier League dan 13 di Liga Champions. Catatan ini didukung dengan gaya bermain mereka yang rata-rata melepas 33,8 operan lambung akurat di liga dan 35 di Liga Champions.
Jika lebih dirinci, United rata-rata melepas 6 umpan silang akurat, 2,5 sepak pojok akurat, dan 10 umpan akurat dari tendang bebas di Liga Champions. Kebetulan, musim ini United cukup produktif dalam mencetak gol via sundulan. Di Premier League, 'Iblis Merah' sudah mengemas 18 gol dan tiga di antaranya lahir lewat sundulan.
Catatan Ronaldo soal duel udara sebetulnya tidak buruk, rata-rata ia menang 1,7 kali. Namun, jika pemain United macam Smalling yang rata-rata menang 3,9 kali atau misalnya Fellaini dengan 3,5 kali, ditugaskan menjaga Ronaldo, bisa dibilang tugas kapten Timnas Portugal itu tak akan mudah.
"Ronaldo adalah penyerang terbaik di dunia yang tidak bermain layaknya seorang striker. Jadi, pemain lain harus bisa memahami dengan baik ke mana dan di mana dia harus pergi serta menempati ruang-ruang kosong yang lain," kata Allegri dilansir Sky Sports.
"Manchester United adalah tim yang mengandalkan aspek fisik dan ketika mereka berada dalam ancaman, mereka selalu punya opsi untuk memainkan bola-bola atas karena mereka punya pemain yang tinggi-tinggi, fisiknya bagus, dan apik dalam duel udara," tuturnya menambahkan.
"Jadi, kami harus bisa mengatasi hal itu. Intesitas di pertandingan seperti ini tidak akan selesai sampai laga rampung, kami harus terus fokus di pertandingan, bahkan sampai 100 menit," tegas eks pelatih AC Milan tersebut.

Juventus sendiri kerap memainkan skema direct ball dengan rata-rata melepas 41,5 umpan lambung akurat per laga. Mereka juga punya pemain mahir berduel udara seperti Mario Manzukic (3 kali), yang bisa saja jadi alternatif pemantul bola. Serta Giorgio Chiellini (2,3) dan Medhi Benatia (3,3) untuk menjaga lini belakang dari gempuran umpan silang.
Namun, ada catatan kurang apik dari satu pemain yakni Leonardo Bonucci yang kerap jadi biang kerok Juventus kebobolan dari skema bola lambung. Lima dari enam gol yang diderita Juventus musim ini di Serie A lahir karena kesalahan Bonucci. Empat dari lima gol tersebut dikarenakan Bonucci tak becus mengantisipasi serangan udara.
Jika Bonucci dimainkan, ia harus memperbaiki kualitas penjagaannya lantaran ada Lukaku yang bisa jadi sangat diandalkan Jose Mourinho untuk duel bola-bola atas. Dari rata-rata 2,1 menang duel udara yang ia lakukan, 0,7 di antaranya menjadi sebuah percobaan via sundulan.
Jadi, mau memaksimalkan Ronaldo dengan cara seperti apa Allegri? Terus, yakin, nih, Bonucci dimainkan melawan United?
