Kumparan Logo

Andik Vermansah dan Cinta Luhurnya untuk Persebaya

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesepak bola Persebaya Surabaya Irfan Jaya (kiri) mencoba melewati hadangan pesepak bola Madura United Andik Vermansah (kanan) saat pertandingan semifinal Piala Presiden 2019 leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/4). Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
zoom-in-whitePerbesar
Pesepak bola Persebaya Surabaya Irfan Jaya (kiri) mencoba melewati hadangan pesepak bola Madura United Andik Vermansah (kanan) saat pertandingan semifinal Piala Presiden 2019 leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/4). Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim

Tangis Andik Vermansah pecah di hadapan puluhan ribu Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Andik tak kuasa menahan tangisnya ketika menyanyikan lagu 'Song For Pride' dengan pemain Persebaya lainnya dan Bonek.

Awalnya, Andik sudah lebih dulu masuk ke ruang ganti usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Akan tetapi, Rendi Irwan, Otavio Dutra, dan Misbakus Solikin menemuinya untuk mengajak kembali ke lapangan dan bernyanyi bersama. Selama lagu dinyanyikan, air mata Andik jatuh bercucuran.

Sesekali dia tampak mengusap pipinya yang basah. Di tengah tangisan itu, Andik juga mencoba sekuat tenaga menegakkan kepalanya tanda hormat kepada Bonek.

***

Ya, Andik tahu betul arti cinta terhadap Persebaya, tim yang selalu menempel di hatinya. Sangat masuk di akal memang karena pemain kelahiran 23 November 1991 itu memulai karier sepak bolanya di 'Bajul Ijo'.

Andik tak berasal dari keluarga yang berada. Untuk membeli sepatu bola saja Andik harus berjualan es keliling di Jember, Jawa Timur. Namun, usaha kerasnya itu tidak sia-sia. Turnamen sepak bola antar desa menjadi ajang unjuk gigi Andik.

Dalam turnamen itu, Andik dilirik oleh pelatih-pelatih sekolah sepak bola di Jawa Timur. Akhirnya, Andik gabung dengan Persebaya U-18 dan berhasil meraih gelar Liga Remaja Regional Jawa Timur di tahun 2007.

Sukses dengan Persebaya muda, Andik akhirnya berhasil tampil dengan tim Senior Persebaya pada Agustus 2009.

instagram embed

Laga menghadapi Persekabpas Pasuruan menjadi debut Andik saat itu. Setelahnya, karier Andik melesat dengan pesat. Beberapa kali panggilan Timnas Indonesia diterima oleh Andik saat itu.

Termasuk kala Andik membela Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2011 yang dihelat di Jakarta. Bersama pelatih Rahmad Darmawan, Andik dan kolega hanya mampu meraih medali perak usai di final dikalahkan Malaysia melalui adu penalti.

Nama Andik semakin terkenal akibat aksinya dengan David Beckham. Ya, ketika Los Angeles Galaxy bertanding menghadapi Indonesia All Stars, Andik mendapat hantaman keras dari Beckham.

Usai pertandingan, Beckham meminta maaf dan bertukar kaus dengan Andik. Tidak cuma itu, pelatih LA Galaxy saat itu, Bruce Arena, juga memuji permainan Andik yang terlihat tak segan mempertontonkan kemampuan olah bolanya di hadapan nama-nama besar.

Momen spesial juga dimiliki Andik ketika membela Timnas senior. Tendangan bebas cantiknya di Piala AFF 2012 membantu Timnas menang 1-0 atas Singapura.

Perjalanan cemerlang Andik di Timnas Indonesia lantas membuka mata tim-tim dari luar Indonesia. Andik akhirnya memutuskan pergi dari Persebaya pada 2013. Banyak faktor yang membuat Andik pergi, selain karena keinginannya untuk main di luar negeri, masalah di internal Persebaya juga menjadi bahan pertimbangan Andik.

Dipilihlah Selangor FA untuk menjadi tempat pelabuhan Andik selanjutnya. Selama lima tahun di Selangor, Andik berhasil mempersembahkan gelar Piala Malaysia pada 2015. Setelah kontraknya habis, dia kemudian pergi ke Kedah FA. Hanya semusim Andik di Kedah setelah sukses membuat dua gol dari 13 pertandingan.

Pada awal musim ini, Andik sejatinya berpeluang untuk kembali ke Persebaya. Pemain berusia 28 tahun pun telah terang-terangan mengatakan bahwa sangat ingin kembali ke klub yang membesarkan namanya itu.

Sayang, gayung tak bersambut. Tak ada kecocokan antara Andik dan Persebaya membuat comeback enggan terlaksana. Ketika itu, gagalnya kesepakatan Andik dengan Persebaya sempat menimbulkan polemik serta adanya saling tuding terkait nilai kontrak.

instagram embed

Tak ingin terjebak dalam situasi itu, Andik akhirnya mendapat tawaran dari tim tetangga dari Persebaya yakni Madura United. Saking cintanya Andik dengan Persebaya, pemain bertinggi 162 sentimeter itu membuat klausul untuk tak dimainkan saat menghadapi Persebaya di ajang Liga 1 mulai musim depan.

Sayang, Andik hanya membuat klausul itu di Liga saja. Nyatanya, dalam turnamen pra-musim bertajuk Piala Presiden, Andik harus bertemu dengan Persebaya. Andik harus melawan hatinya untuk bisa bertanding menghadapi tim yang dicintainya itu. Sebelum pertandingan, Andik kembali menekankan cintanya kepada Persebaya.

Selain itu, dia juga berjanji tak akan melakukan selebrasi semisal dirinya mencetak gol.

"Saya akui saya pemain amatir. Profesional saya kalah dengan hati saya. Saya ya saya. Saya bukan (Cristiano) Ronaldo, atau (Frank) Lampard dan lain-lain, dan berjanji tidak main lawan tim kebanggaan saya dari kecil, Persebaya (saya Bonek sejati),” tulis Andik melalui akun Instagram pribadinya.

"Tapi, ini kan pramusim bukan liga. Kalau saya nantinya di liga masih main, saya akan pensiun (catat) kalau seandainya saya ingkar, tambah Andik.

Saat hari itu tiba, Rabu (4/4), nama Andik memang tak ada dalam susunan 11 pemain awal Madura United. Sang pelatih Dejan Antonic memilih untuk menaruh Andik di bangku cadangan.

Andik Vermansah setelah pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timor Leste di AFF Suzuki Cup 2018, Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Baru di menit ke-57, Andik dimainkan. Tepuk tangan dari para Bonek menyambut kembalinya Andik kendati dengan menggunakan kostum yang berbeda. Hari itu Andik kembali tampil di depan Bonek setelah enam tahun lamanya berpindah.

Kendati hari itu Andik menjadi lawan, cintanya kepada Persebaya sama sekali tak pernah pudar. Tangisan usai pertandingan menjadi bukti betapa besarnya cinta Andik untuk Persebaya dan Bonekmania.