Andrea Agnelli Desak UEFA untuk Segera Implementasikan VAR

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, sudah menegaskan bahwa Video Assistant Referee (VAR) tidak akan diimplementasikan di Liga Champions musim 2018/19. Akan tetapi, bukan berarti wacana penerapan teknologi tersebut sirna begitu saja. Sebab, tekanan untuk UEFA tak jua mengendur, khususnya dari Asosiasi Klub Eropa (ECA) yang dipimpin oleh Andrea Agnelli.
Kepastian tidak akan digunakannya VAR di Liga Champions musim 2018/19 diumumkan oleh Ceferin persis sebelum undian grup turnamen tersebut digelar. Menurut pria asal Slovenia tersebut, masih banyak ketidakjelasan dari VAR yang perlu diluruskan.
"Siapa yang memutuskan untuk menggunakan VAR? Wasit video atau wasit utama? Apa, sih, sebenarnya yang wasit lihat dan apa pula yang tak bisa mereka lihat?" kata Ceferin kala itu.
Kendati begitu, berdasarkan ucapan Agnelli dalam pidatonya di pertemuan ECA, Selasa (11/9/2018) waktu setempat, penggunaan VAR di Liga Champions serta Liga Europa hanya tinggal perkara waktu. Bahkan, pria yang juga menjabat sebagai Presiden Juventus itu berharap, musim depan VAR sudah bisa dipakai di dua turnamen antarklub Eropa tersebut.
"Kita tidak bisa berjalan mundur. Kami ingin VAR diadopsi di kompetisi UEFA secepat mungkin. Aku sudah berbicara dengan Presiden UEFA Aleksadar Ceferin tentang ini dan dia memahami posisi kami. Dia juga berkata bahwa VAR bakal digunakan, tetapi UEFA terdiri dari 53 federasi dan persiapan yang pantas harus dilakukan sebelum rencana itu dijalankan," kata Agnelli seperti dikutip dari Football-Italia.
"Kami sangat menghormati permintaan UEFA untuk memberi para wasit pelatihan terlebih dahulu sehingga mereka mampu menjaga standar di liga yang sudah memakai VAR. Kami berharap, musim depan hal ini sudah bisa terwujud dan kami semua tengah bekerja menuju ke arah sana. Ketika Anda bekerja dengan VAR dan melihat bahwa margin kesalahan turun sampai lima persen, itu artinya kita tidak bisa lagi mengabaikannya," lanjut Agnelli.

Soal VAR ini, Ceferin sebenarnya sudah pernah berkata bahwa dirinya akan meninjau keberhasilan penerapan teknologi ini di Piala Dunia 2018. Menurut klaim FIFA, VAR sudah berhasil diterapkan dengan baik. Namun, kontroversi tidak bisa sepenuhnya ia hilangkan.
Contoh kasus paling populer dari belum optimalnya VAR adalah kegagalan wasit memberikan hadiah penalti untuk Serbia pada pertandingan menghadapi Swiss. Penyerang Serbia, Aleksandar Mitrovic, ditekel oleh dua bek Swiss sekaligus di kotak penalti pada laga itu. Akan tetapi, wasit bergeming.
Kejadian itulah yang masih membuat Ceferin sangsi. "Mereka (Serbia) tidak diberi penalti. Padahal, tim lain bisa diberi penalti untuk pelanggaran yang lebih ringan," ucap Ceferin.
Kendati begitu, insiden di Piala Dunia itu rupanya tidak menghalangi La Liga dan Ligue 1 untuk benar-benar menerapkan VAR mulai musim 2018/19. Dengan keikutsertaan dua liga tersebut, kini VAR sudah dipakai di delapan liga berbeda. Khusus di Inggris, FA telah menjajal teknologi ini di ajang Piala FA sejak musim lalu.
