Kumparan Logo

Arema & Polres Malang Sebenarnya Minta Laga Lawan Persebaya Kick-off Sore Hari

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

Pesepak bola Arema FC Jayus Hariono (kiri) dan pesepak bola Persebaya Surabaya Rizki Ridho (kanan) beradu cepat untuk menjangkau bola dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pesepak bola Arema FC Jayus Hariono (kiri) dan pesepak bola Persebaya Surabaya Rizki Ridho (kanan) beradu cepat untuk menjangkau bola dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Kerusuhan suporter terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di pekan ke-11 Liga 1, Sabtu (2/10) malam WIB. Tercatat, sebanyak 127 orang tewas akibat kejadian yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tersebut.

Sebenarnya, Arema FC dan Polres Malang meminta laga yang bertajuk Derbi Jawa Timur itu berlangsung sore hari pada pukul 15:30 WIB. Alasan keamanan para suporter menjadi salah satu landasan Arema meminta jam kick-off dimajukan.

“Kami sudah mengajukan perubahan jadwal sesuai surat yang dikirimkan Polres Malang, semula kick-off pukul 20.00 WIB diajukan menjadi pukul 15.30 WIB,” ucap Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, dikutip WeAremania.

Namun, PT LIB selaku operator kompetisi menolak pengajuan majunya jam kick-off. Tak ada alasan yang pasti mengapa PT LIB menolak permintaan dari Arema FC.

“Berdasarkan surat dari PT LIB, jawaban mereka ternyata kick-off laga Arema vs Persebaya tetap pukul 20.00 WIB,” ujar Abdul Haris lagi.

Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Kerusuhan pecah usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/23 yang berkesudahan dengan skor 2-3, Sabtu (1/10). Kerusuhan berubah menjadi kepanikan usai polisi melepaskan tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Insiden bermula saat sejumlah Aremania menyerbu lapangan setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir. Di lain sisi, para pemain dan ofisial 'Bajul Ijo' langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat barracuda.