Arema vs Persebaya Resmi Dipindah ke Bali, Alasan Kamtibmas
·waktu baca 3 menit

Laga Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya resmi tak digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebagaimana rekomendasi dari Polres Malang dengan surat Nomor Nomor : B/666 /IV/YAN.2.1./2026 tertanggal 21 April 2026, laga kedua tim tak diizinkan digelar di Malang dalam waktu dekat.
Hal ini merujuk juga pada keputusan I.League selaku operator Super League musim 2025 - 2026 yang dituangkan pada surat Nomor : 371/LI-KOM/IV/2026 tertanggal 22 April 2026, tentang perubahan venue pertandingan dari Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, yang digelar pada Selasa 28 April 2026.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyatakan, pihaknya menghormati pertimbangan teknis dan keamanan yang menjadi dasar rekomendasi tersebut, dengan alasan menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Malang Raya.
Baginya kelanjutan kompetisi sesuai jadwal yang ditetapkan lebih penting,sehingga manajemen memutuskan untuk mempersiapkan langkah alternatif, salah satu opsi memindahkan lokasi pertandingan di Bali.
“Melihat dinamika dan rekomendasi yang ada, besar kemungkinan laga Arema FC vs Persebaya akan kami boyong ke Bali, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Kami segera melakukan koordinasi cepat dengan pihak pengelola stadion dan otoritas keamanan setempat di Bali agar pertandingan tetap bisa berjalan sesuai jadwal,” ujar Erwin, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/4).
Meski legowo, Erwin menyebut ada rasa kekecewaan di publik sepakbola Malang yang berharap laga ini digelar di Stadion Kanjuruhan, demi menghidupkan lagi gairah sepakbola di Malang. Namun, kebijakan ini diambil sebagai langkah paling moderat dengan alasan kamtibmas yang disampaikan pihak kepolisian.
“Secara emosional tentu ada rasa kecewa karena keinginan kami membuktikan kesiapan Kanjuruhan sangat besar. Namun, kami memilih untuk tidak larut dalam emosi. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada arahan otoritas kepolisian dan akan mengikuti regulasi yang ditetapkan,” tuturnya.
Pihakya selaku Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan suporter yang tergabung dalam Presidium Aremania. Upaya diplomasi, kedewasaan, dan komitmen nyata yang ditunjukkan Aremania dalam menjaga kondusivitas wilayah menjadi catatan moral yang sangat berharga bagi klub.
“Kami melihat kedewasaan luar biasa dari Aremania. Langkah Presidium yang berkomunikasi secara elegan dengan Kapolda Jatim maupun Kapolres Malang adalah wujud kecintaan tulus pada klub. Kami sangat menghargai ikhtiar mereka yang berbesar hati menerima situasi ini tanpa aksi destruktif,” jelasnya.
Erwin juga berterima kasih kepada banyak pihak yang memberi dukungan agar Stadion Kanjuruhan bisa menggelar laga derby klasik tersebut, meskipun ujungnya belum mendapatkan izin. Pihaknya tetap mengimbau, kepada seluruh Aremania untuk tetap tenang dan mendukung keputusan ini dengan bijak. Fokus utama saat ini adalah memastikan Arema FC dapat bertanding dengan tenang dan meraih hasil maksimal meskipun harus bermain jauh dari rumah sendiri.
“Mari kita tunjukkan bahwa Aremania adalah suporter yang taat hukum dan lebih mengutamakan kondusifitas bangsa. Tetaplah bersatu dan jangan terprovokasi oleh narasi yang dapat merugikan nama baik klub dan kota kita tercinta,” tukasnya.
