Aremania Kecewa Usai Arema FC Ditahan Persik, Pemain & Manajemen Janji Evaluasi

Arema FC gagal menang pada Derby Jawa Timur (Jatim) saat melawan Persik Kediri. Arema FC tertinggal lebih dahulu melalui gol Zanadin Fariz menit 6, sebelum disamakan oleh Raianderson Da Costa Concordia atau Careca di menit 30.
Kegagalan menang itu membuat Aremania kecewa dan meluapkannya dengan meneriakkan yel-yel kekecewaan setelah pertandingan. Aremania tak memenuhi tribune, tapi protes karena kecewa tetap lantang disuarakan.
Dari catatan panitia pelaksana (Panpel) jumlah suporter yang datang hanya mencapai 4.084 penonton. Jumlah itu bahkan belum mencapai sepertiga dari kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, yang mencapai 21.600 tempat duduk.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, menyatakan manajemen akan mengevaluasi dari tiga laga yang sudah dijalani Arema FC sebelum jeda kompetisi karena agenda FIFA. Setelah ini tim akan diliburkan terlebih dahulu selama sepekan ke depan.
"Evaluasi pastinya nanti, cuma saat ini mau ada libur 7 jari. Ke depan kita bikin, nanti hari ke-8 baru kita masuk," kata Muhammad Yusrinal Fitriandi, usai laga melawan Persik Kediri, Jumat malam (18/9/2026) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
"Karena kan liburnya masih 3 minggu. api setiap pertandingan yang kita lihat itu mengalami progresnya. Semoga progresnya lebih bagus nanti," ucapnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf ke Aremania yang datang ke Stadion Kanjuruhan atas dua hasil imbang di kandang. Di laga sebelumnya melawan PSM Makassar di kandang lawan, kemenangan Arema FC sirna di detik-detik akhir laga.
"Ya mereka meminta kita untuk lebih oke lagi mainnya. Kita juga tadi, si Kapten juga bilang disampaikan kita minta maaf, kita sudah berusaha maksimal," tuturnya.
Di sisi lain, gelandang Arema FC, Arkhan Fikri, menuturkan bahwa ia dan pemain-pemain lain menemui satu persatu kelompok suporter Aremania di tribun. Dari interaksinya dengan tim, mereka meminta pemain bermain lebih bagus dan menghasilkan tiga poin di kandang.
"Yang penting bisa bermain bagus, ketika home, terus mereka kita kasih 3 poin," kata Arkhan Fikri.
Arkhan juga tak menampik pasca-Tragedi Kanjuruhan, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, masih sepi penonton. Bahkan sepanjang musim 2025/26 rekor penonton tertinggi di angka 10.744 ketika bermain di kandang sendiri.
Menurutnya, salah satu faktor Aremania kurang berminat datang ke stadion karena 'Singo Edan' kerap mendapat hasil kurang konsisten. Padahal sebagai suporter keinginan untuk meraih kemenangan terutama bermain di kandang begitu besar.
"Ya mereka harapannya pasti full stadion cuma kan kita belum kasih kemenangan. Mereka maunya kita menang, dan buat mereka datang lagi ke stadion. Yang penting menang dulu," tandasnya.
