Atletico Diisukan Ingin Winger Israel yang Pernah Bobol Real Madrid
·waktu baca 2 menit

Atletico coba berbenah untuk memperkuat lini serang mereka musim depan. Teranyar, Los Rojiblancos dilaporkan tertarik menggaet winger Israel bernama Manor Solomon, yang pernah memberi mimpi buruk bagi Real Madrid di Liga Champions.
Kabar ini diwartakan media Spanyol, Mundo Deportivo. Salah satu pemegang saham utama Atletico adalah miliarder Israel bernama Idan Ofer. Ialah yang disebut ingin mendaratkan Solomon ke klub. Namun, ada isu bahwa Solomon lebih ingin ke klub promosi Liga Inggris, Fulham.
"Kita berbicara tentang Manor Solomon, seorang pemain sayap kiri yang telah bermain untuk klub Ukraina, Shakhtar Donetsk; dan yang telah memilih untuk berkemas menuju Inggris daripada Spanyol, terlepas dari kenyataan bahwa ada minat padanya," tulis Mundo Deportivo.
Mantan bintang sepak bola Israel, Eyal Berkovic, juga mengklaim bahwa Solomon memilih Fulham. Namun, ia lebih ingin melihat Solomon ke ke Atletico.
“Manor Solomon seharusnya menandatangani kontrak dengan Atlético de Madrid. Idan Ofer menginginkannya," jelas Berkovic kepada Sport5.
Bicara soal kiprah, Manor Solomon pernah merepotkan Real Madrid saat membela Shakhtar. Pada musim 2020/21, Shakhtar satu grup dengan Real Madrid di Liga Champions. Ia mencetak masing-masing satu gol saat membantu timnya menang 2-0 di kandang dan 3-2 di tandang.
Melihat sejarah, dulu juga pernah ada pemain Israel yang membela Atletico. Namanya Avi Nimni. Namun, pemain yang membela Atletico selama 1997–1998 itu gagal bersinar.
Lebih lanjut, Berkovic meragukan bahwa Manor Solomon akan sukses di Fulham. Ia juga merasa bahwa Liga Inggris tidak cocok untuk pemain 22 tahun itu.
“Dia bergabung dengan tim yang mungkin akan berada di dasar klasemen, bukan Manchester City yang mengontrol permainan sepanjang waktu. Di Fulham dia akan jarang melihat bola. Hal lain, stadion itu sangat bermasalah. Ada suasana yang ketat. Saya pribadi akan benci bermain di sana," ujar eks pemain Man City itu.
"Kita harus melihat bagaimana dia beradaptasi dengan sepak bola Inggris. Ini jenis sepak bola yang berbeda. Dia harus tahu bagaimana menjadi nakal. Itu tidak akan mudah bagi Manor. Intensitasnya berbeda, ritmenya berbeda. Itu perbedaan yang besar,” tambahnya.
