Aymeric Laporte Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Prancis Demi Spanyol

Aymeric Laporte mengungkapkan kisah emosional di balik keputusannya membela timnas Spanyol setelah membawa La Roja menjuarai Piala Dunia 2026 pekan ini. Langkah krusial ini diambil sang pemain demi kelangsungan karier internasionalnya yang sempat meredup bersama negara kelahirannya.
Bek tangguh Athletic Club tersebut menegaskan bahwa rasa bangganya berseragam La Roja jauh melampaui raihan trofi bergengsi. Laporte kini telah menjelma menjadi pilar yang tidak tergantikan di lini belakang Spanyol sepanjang kampanye kemenangan mereka di kancah global.
Ikatan Emosional yang Melampaui Gelar Juara
Mantan bek Manchester City ini menekankan bahwa keputusannya memilih Spanyol didorong oleh akar keluarga yang kuat dan identitas pribadi, bukan sekadar ambisi mengejar trofi. Laporte merasa bahwa hubungannya dengan negeri matador ini sangat mendalam karena aspek kehidupan pribadinya berada di sana.
Dalam wawancaranya bersama Mario Suarez di acara El camino de Mario, Laporte mengungkapkan isi hatinya mengenai rasa bangga tersebut. “Memenangkan Piala Dunia, Nations League, dan Euro... bahkan jika semua itu tidak pernah terjadi, saya akan merasakan kebanggaan yang persis sama. Istri saya, keluarga saya, dan anak-anak saya berasal dari sini. Saya benar-benar mengidentifikasi diri saya dengan Spanyol,” ujar bek berusia 32 tahun tersebut.
Proses naturalisasi Laporte sendiri sempat berjalan alot dan membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya rampung pada Mei 2021. Laporte mengakui ada pendekatan awal sekitar dua tahun sebelumnya yang sempat tertunda karena berbagai alasan, namun kesepakatan akhirnya tercapai setelah kedua belah pihak melihatnya sebagai kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan.
Kekecewaan Terhadap Didier Deschamps
Keputusan besar untuk berpaling dari negara kelahirannya muncul setelah masa depan internasional Laporte membentur dinding tebal di bawah asuhan pelatih Prancis, Didier Deschamps. Padahal, Laporte memiliki rekam jejak yang mengesankan dengan sempat menjabat sebagai kapten skuad muda Les Bleus di beberapa kelompok umur.
Laporte lahir di Agen dan tinggal di sana hingga usia 15 tahun sebelum akhirnya menimba ilmu di akademi Athletic Bilbao. Meskipun seluruh keluarganya berkebangsaan Prancis dan memiliki rasa patriotisme yang tinggi, perlakuan dingin dari tim nasional senior Prancis memaksanya untuk berpikir realistis demi kelanjutan kariernya.
“Saya mencintai Prancis sebagai negara pertama saya, tetapi ketika hal-hal seperti situasi saya dengan tim nasional terjadi, itu memaksa Anda untuk memikirkan kembali banyak hal. Athletic menerima saya, dan di sinilah saya paling berkembang. Pelatih Prancis tidak memperhitungkan saya sama sekali, jadi saya mengambil keputusan untuk melakukan pergantian tersebut,” kata mantan pemain Al-Nassr itu.
Fokus Menatap Laga Nations League Berikutnya
Kini, Laporte tetap menjadi sosok sentral dalam skema pertahanan yang diracik oleh pelatih Spanyol, Luis de la Fuente. Setelah tampil penuh selama 90 menit dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Inggris di Stadion Wembley, fokusnya kini beralih ke laga internasional berikutnya.
Tim nasional Spanyol dijadwalkan akan menjamu Kroasia di Sevilla pada laga lanjutan Nations League. Laporte dan rekan-rekannya bertekad kuat untuk menjaga momentum positif ini sekaligus membuktikan dominasi mereka sebagai juara dunia baru di panggung sepak bola internasional.
